Prasetya Online

>

Berita UB

Puluhan Orang Ikuti TOT Pengendalian Hama

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetyaFP pada 21 Maret 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 4758

Pengabdian masyarakat, FP UB gelar TOT pengendalian hama
Pengabdian masyarakat, FP UB gelar TOT pengendalian hama
Sebanyak 36 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hadir di acara Training of Trainer Pemandu Lapangan I - Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (TOT PL I SLPHT). Acara diadakan di Griya Universitas Brawijaya mulai 19 Maret 2012 hingga sepuluh hari ke depan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan SLPHT sekaligus untuk mempertahankan kualitas pelaksanaannya, sehingga diperlukan petugas yang memiliki kompetensi di bidang kepemanduan dan mampu merencanakan pelatihan PHT.

Pada pembukaan yang berlangsung Minggu, (18/03), Dekan Fakultas Pertanian Prof. Ir. Sumeru Ashari, MagrSc., PhD mengatakan, dengan adanya otonomi daerah maka komunikasi lintas komando dengan para petani menjadi tantangan baru. Salah satu solusinya adalah dengan menyelenggarakan 'Sekolah Lapangan' dimana bisa belajar dari pengalaman masing-masing daerah. "Sebab setiap daerah memiliki cara dan teknologi sendiri, sehingga diperlukan penyelesaian yang unik pada setiap tempat," ujarnya. Lebih lanjut disampaikan Sumeru, Fakultas Pertanian saat ini mengedepankan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama dalam bentuk pembangunan pangan secara berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. "Dengan keterlibatan antara yang memiliki wilayah dan yang memiliki ilmu akan semakin nyata. Harapannya, teknologi yang ada dapat diserap pada oleh masyarakat di masa mendatang," pungkasnya.

Sementara itu Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto yang mewakili Direktur Perlindungan Tanaman Pangan saat pembukaan mengatakan, UB merupakan universitas pertama yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dimana TOT SLPHT diadakan. "Dengan target surplus beras sebesar 10 juta ton pada 2014, meskipun bukan sesuatu yang mudah, segenap aparat pertanian memiliki tanggung jawab untuk mengamankan tanaman tersebut sehingga berproduksi secara optimal sesuai dengan varietas yang kita tanam," tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan, melalui UU No. 12 tahun 1992, satu-satunya prinsip pengendalian yang diakui adalah pengendalian hama. "PHT bukanlah teknologi melainkan suatu sistem. Dengan menerapkan sistem yang dimulai dari awal hingga masa panen, diharapkan hasil panen bisa maksimal," harapnya. Dengan pelatihan, diharapkan para peserta dapat menjadi pemandu yang kompeten saat mendistribusikan pengetahuan dan berbagi ilmu di wilayah kerja masing-masing. Selain itu diharapkan terjalin kerjasama dengan seluruh pihak terkait, termasuk perguruan tinggi.[waw/lia]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID