Program Pendidikan Profesi Insinyur Gelar Asesmen Perdana

Dikirim oleh prasetyaFT pada 19 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 616

Asesmen PS PPI FT
Asesmen PS PPI FT
Sebagai salah satu dari 40 perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Kemenristekdikti, mulai tahun ajaran 2018/2019 ini Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) secara resmi membuka Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PS PPI). Sebagaimana standar pelaksanaan di perguruan tinggi penerima mandat, PS PPI angkatan pertama dan kedua diberlakukan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini dilaksanakan berdasarkan pada track record masa lalu.

Mahasiswa baru akan diminta mengumpulkan berkas yang berisi pendidikan yang telah diselesaikan dan pengalaman profesionalnya. Berkas tersebut dituangkan di FAIR (Form Aplikasi Insinyur) yang meliputi pendidikan formal & non formal, pengalaman kerja praktek keinsinyuran, paparan dan karya tulis keinsinyuran, dan kegiatan penunjang lain (sebagai pakar, pengurus organisasi, penerima tanda jasa,dll).

Sebelum prosesi penilaian, salah satu tim penguji, Ir. Rudy Purwondho, MSc, MBA, IPM, ASEAN Eng., memberikan pengantar mengenai program RPL, proses penilaian, dan konversi FAIR ke nilai angka dan huruf. "RPL ini merupakan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal atau non formal, serta pengalaman kerja pada jenjang pendidikan tinggi. Capaian itu dituangkan pada FAIR untuk kemudian dikonversikan menjadi angka sesuai dengan mata kuliah yang harus diikuti untuk mendapatkan IPK," terang Sekretaris Tim Ahli Keinsinyuran Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi ini.

Selain Ir. Rudy, hadir langsung sebagai penilai, Ketua Tim Ahli Keinsinyuran Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso , MSc, IPU, ASEAN Eng. Penilaian RPL dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Desember 2018. Dua puluh tiga mahasiswa diwawancarai secara langsung oleh kedua asesor.

Pada proses wawancara, mahasiswa diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman keinsinyuran yang belum tertuang di dalam FAIR. "Instrumen penilaian ini nantinya bisa disesuaikan sendiri sesuai kebijakan perguruan tinggi masing-masing, oleh karena itu saya harap Ketua  dan Sekretaris Prodi serta Dekan bisa  mendampingi proses penilaian, untuk pembelajaran," ujar Prof. Djoko sebelum memulai proses penilaian. 

Terpusat di Ruang Rapat Pimpinan lantai 3, proses wawancara hari pertama pada tanggal 18 Desember diakhiri pada pukul 21.00 WIB dan dilanjutkan esok harinya di tempat yang sama. [mic/Humas UB]

Artikel terkait