Prasetya Online

>

Berita UB

Program On Farm oleh Bulog

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetyaFP pada 02 October 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 3312

Seminar Pemantapan Program On Farm
Seminar Pemantapan Program On Farm

Peran Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jawa Timur di bidang on farm semakin meluas. Jika selama ini Bulog lebih banyak berkecimpung di kegiatan off farm/pasca panen, dibawah pimpinan, maka peran di program on farm dalam kegiatan penanaman dan pembelian gabah/beras langsung dari gapoktan, diantaranya yaitu : Kemitraan, Sinergi dan Alternatif.On Farm Kemitraan Sinergi atau disebut juga GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi) merupakan kegiatan kerjasama usaha tani padi antara Bulog dengan petani/kelompok tani/gapoktan, mitra kerja dan BUMN, dalam rangka pembiayaan usaha tani dan hasil panen dibeli Bulog. Sedangkan On Farm Alternatif merupakan kegiatan pembelian gabah langsung ke gapoktan yang diawali dengan MoU dan penandatanganan kontrak pengadaan gabah/beras.
Bulog akan terus mengembangkan program on farm untuk mendukung target surplus 10 juta ton setara beras pada tahun 2014. Ungkap Kadivre Jatim Rito Angky Pratomo saat menjadi pemateri di seminar Pemantapan Program On Farm pada Jumat (28/9) di Gedung Baru lt.5 Fakultas Pertanian (FPUB).

Hadir pula di saat yang bersamaan Abdul Karim selaku Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Perum Bulog dan Profesor Yusus sebagai Staff Khusus Presiden bidang Pangan dan Energi serta Ir. Didik Suprayogo, M.Sc.,Ph.D. dari Jurusan Tanah FP dan Dr.Ir. Agus Suryanto, MS. dari Jurusan Budidaya Pertanian FP sebagai moderator seminar.

Kepala Perum Bulog divisi regional Malang Raya, Ikbal Awaluddin melengkapi bahwa stok beras masih melimpah hingga Maret 2013. Hal tersebut terlihat dari ketersediaan beras yang mencapai 35.000 ton. Meskipun Malang Raya diterpa kemarau panjang, Perum Bulog dapat menjamin warga Malang Raya tidak akan kekurangan beras. Dalam sebulan, Perum Bulog Divre Malang Raya masih bisa memenuhi target 5.300 ton, dari semua lahan pertanian di Malang Raya dan Pasuruan yang mencapai 2.500 hektare.

Rito Angky Pratomo, Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur menambahkan, ketersediaan beras di propinsi Jawa Timur masih ada 550.000 ton.

"Konsumsi beras warga Jatim 51.000 ton per bulan, sehingga sampai 10 bulan ke depan masih cukup," jelasnya.

Mengenai program on farm, pihaknya sudah mulai mengenalkan ke para petani. Dimana program ini bertujuan memberikan bantuan modal kepada petani mulai penanaman bibit, perawatan, hingga biaya panen.

"Penjualannya nanti juga ke Bulog, sehingga harganya akan merata dan tidak merugikan petani," kata Rito.

Dalam kesempatan terpisah, Didik Suprayogo yang juga Pembantu Dekan I FPUB mengatakan bahwa saat ini Fakultas Pertanian sedang menjajaki kerjasama dengan Bulog untuk kegiatan pendampingan petani (Gapoktan) dalam rangka peningkatan produksi beras nasional di Jawa Timur.

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID