Prasetya Online

>

Berita UB

Program 3in1 di UB Bukan hanya sekedar Kuliah Dengan Bahasa Inggris

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 25 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 392

Dr. Deborah Wise dari Ilmu Komunikasi dan Public Relations University of Newcastle Australia Memberikan Perkuliahan Teori Public Relations berjudul “Rights, Duties and Moral Order: The Case for Positioning Theory Underpinning Public Relations
Dr. Deborah Wise dari Ilmu Komunikasi dan Public Relations University of Newcastle Australia Memberikan Perkuliahan Teori Public Relations berjudul “Rights, Duties and Moral Order: The Case for Positioning Theory Underpinning Public Relations
Program Magister Ilmu Komunikasi Pasca Sarjana FISIP Universitas Brawijaya menghadirkan Dr. Deborah Wise, dosen senior bidang Ilmu Komunikasi dan Public Relations, University of Newcastle, Australia, Senin, (25/9/2018).

Bersama dengan dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB Maulina Pia Wulandari, Ph.D, Dr. Deborah Wise mengisi perkuliahan Teori Public Relations berjudul "Rights, Duties and Moral Order: The Case for Positioning Theory Underpinning Public Relations".  Materi perkuliahan ini diberikan kepada mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Program Pasca Sarjana FISIP UB peminatan Komunikasi Stratejik.

Dalam materinya, dosen dari negeri Kangguru ini menjelaskan perkembangan teori PR Positioning dalam bidang Public Relatios. Dia juga menjelaskan penerepan teori tersebut ke dalam berbagai studi kasus praktek public relations baik di Indonesia dan Australia.

Debby mengatakan bahwa Teori PR Positioning adalah teori baru yang dikembangkan oleh ilmuwan public relations dari Australia bernama Dr Melanie James dari University of Newcastle. Dia menjelaskan bahwa dirinya dan Maulina Pia Wulandari, Ph.D merupakan anggota tim ilmuwan yang ikut membantu Dr Melanie James dalam membangun dan melanjutkan untuk mengembangkan teori ini.

Pada hari yang sama, Dr Deborah Wise bersama Maulina Pia Wulandari, Ph.D juga mengisi perkuliah di program S1 Ilmu Komunikasi FISIP UB khususnya di kelas berbahasa Inggris dalam mata kuliah manajemen isu dan krisis.

Debby menjelaskan tentang bagaimana praktisi public relations di Australia menghadapi dan menangani isu dan krisis yang menimpa individu atau organisasi. Debby yang juga pernah berkarir sebagai seorang praktisi Public Relations di sebuah organisasi nirlaba di Australia juga membagikan pengalamannya dalam mengatasi issue dan krisis yang pernah terjadi di organisasinya.

Pada saat yang bersamaan, dosen FISIP UB menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program "3in1" Universitas Brawijaya yang bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan program internasionalisasi di Universitas Brawijaya.

"Program 3in1 adalah program dimana 1 mata kuliah diampu oleh 3 orang yaitu satu orang dosen dari UB, satu dosen dari universitas luar negeri, dan satu orang praktisi. Dosen dari universitas luar negeri akan mengajar selama dua minggu atau kurang lebih 40 jam untuk program S1 dan program Pasca Sarjana. Jadi satu mata kuliah terdapat tiga orang pengajar. Dan program ini tidak hanya berlangsung di FISIP saja tapi juga sedang berlangsung di seluruh fakultas di UB", kata Pia.

Pia juga menjelaskan bahwa program ini sangat bagus untuk meningkatkan "international exposure" baik untuk mahasiswa UB maupun staff pengajar UB dengan mengetahui metode pembelajaran berstandar internasional yang diberikan oleh dosen dari univeristas luar negeri apalagi jika universitas dosen luar negeri tersebut memiliki reputasi internasional yang sangat baik.

"Mahasiswa UB dan teman-teman staf pengajar di UB bisa belajar banyak dari para dosen luar negeri yang didatangkan untuk mengajar di sini. Bukan hanya sekedar mengajar saja tetapi juga mentransfer ilmu dan pengetahuan tentang banyak hal seperti metode pembelajaran terkini, masalah publikasi internasional, penelitian yang berkualitas internasional, hingga pengembangan kurikulum,"kata Pia. [Pia/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID