Prasetya Online

>

Berita UB

Prof. Simon B Widjanarko di Unisma Tawarkan Solusi Formalin 

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2076

Merebaknya isu formalin akhir-akhir ini sempat mematikan beberapa usaha. Inilah yang membuat Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Malang (Unisma) gerah. Untuk mengatasinya, FE Unisma 12 Januari lalu mendatangkan beberapa pakar membahas masalah ini.
Diskusi bertajuk Penggunaan Bahan Pengawet dalam Makanan ini membahas dampak dan solusi tentang penggunaan bahan tersebut. Ketua Kadin Bidang Usaha Mikro Prof Dr Hj Nurhajati SE MS mengatakan, dampak pemberitaan tersebut sangat mempengaruhi keberlangsungan usaha mikro dan menengah.
Dampak negatif terbesar, menurut Nurhajati, adalah menurunnya omzet penjualan. Kerugian lain adalah image konsumen terhadap produk seperti mi basah, tahu, ikan asin, dan bakso.
Lalu bagaimana solusi yang harus ditempuh? Nurhajati mengatakan, perlu adanya penerapan proses produksi yang sehat dan aman. "Namun itu saja tidak cukup, birokrasi harus diefektifkan dan pengetahuan produsen dan konsumen perlu ditingkatkan," ungkapnya.
Peserta juga diberi tawaran solusi oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unibraw Prof Simon Bambang Widjanarko PhD. Yakni dengan menggunakan pengawet pangan kuno seperti sorbat dan benzoat.
Sementara, PR I Unisma Prof Dr A. Yusuf Imam Sujai menganggap diskusi semacam ini sangat penting. "Yang paling merasakan dampak ini semua lagi-lagi masyarakat kecil. Karena itu perlu dicarikan jalan keluar secepatnya," ungkap Yusuf. [skm] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=113805&c=88

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID