Prasetya Online

>

Berita UB

Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph.D: Sederhanakan Alur Rantai Pasok Benih Hortikultura

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 14 October 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 9308

Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph.D
Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph.D
Indonesia sebagai negara tropis dengan berbagai kawasan lingkungan dari daerah pantai sampai pegunungan sangat menunjang produksi benih dari beragam jenis tanaman hortikultura. Namun saat ini kelompok komoditas benih hortikultura belum mendapatkan prioritas yang cukup. Padahal peluang untuk melakukan ekspor komoditas hortikultura sangat besar. Sehingga  perlu adanya kerjasama yang baik dalam rantai pasok industri perbenihan untuk bisa berdaya saing secara global. Demikian disampaikan Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph.D dalam orasi ilmiahnya sebagai Guru Besar yang berjudul "Revitalisasi Industri Benih Unggul Bermutu Tanaman Hortikultura Yang Berdaya Saing." Kamis (13/10) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Lita dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknologi Benih Fakultas Pertanian yang ke 205 Universitas Brawijaya.  Industri perbenihan hortikultura ini menurut Lita peluangnya sangat besar untuk masyarakat, pasalnya industri perbenihan hortikultura sangat mudah dilakukan karena ditunjang dengan sumber daya genetik yang memadai, sumber daya manusia yang cukup,  kondisi lingkungan dan agroklimat sudah memenuhi syarat pertumbuhan tanaman serta pasar dalam dan luar negeri yang sudah tersedia.

Sasaran pembangunan industri perbenihan adalah tersedianya benih bermutu variates unggul sesuai dengan kebutuhan dan harga yang terjangkau. "Sampai saat ini produsen benih dalam negeri, terutama untuk benih hortikultura belum mengimbangi permintaan tersebut. Sehingga sebagian benih perlu di impor, harga menjadi semakin mahal, akibatnya petani terpaksa menggunakan benih tidak bermutu," ungkap Lita

Strategi Revitalisasi Industri Perbenihan

Dalam merevitalisasi industri perbenihan perlu dilakukan langkah-langkas sebagai berikut; meningkatkan produksi benih unggul dan bermutu untuk pemenuhan kebutuhan konsumen domestik dan luar negeri dengan menggunakan teknologi perbanyakan masal inkonvensional, meningkatkan efektivitas sistem jaminan mutu benih untuk mencapai standar mutu berdaya saing dan memperbaiki sistem regulasi di semua lini yang berhubungan dengan pembenihan.

Sedangkan untuk revitalisasi industri benih hortikultura dapat dimulai dengan menyederhanakan alur rantai pasok. Pihak pemulia hanya berfokus merakit varietas unggul berdaya saing yang akan diminati konsumen, pihak grower berfokus pada penyediaan benih dan tanaman unggul bermutu, pihak pemasar produk bertugas memasarkan produk, sehingga baik pemulia atau grower tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan harus bagaimana dan kemana menjual produknya. "Semakin sedikit mata rantai akan semakin mudah." Pungkas Lita.

Curriculum Vitae

Prof. Ir. Lita Soetopo, Ph.D. lahir di Banjarmasin 60 tahun silam. Menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di kota kelahirannya.  Istri dari R. Soerjanto Notodirdjo ini meraih gelar Sarjana Muda dari Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNLAM (1973), Sarjana Pertanian UB (1977) dan Doktor Ilmu Pertanian bidang Pemulihan Ketahanan Genetik Tanaman The Waite Agricultural Research Institute University of Adelaide (1986). [arr]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID