Prasetya Online

>

Berita UB

Prof Dr H Thohir Luth MA: Banyak Cerita Bohong di Kalangan Jamaah Haji Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 20 Agustus 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3040


Dari hasil penelitian, banyak calon jamaah haji yang mengalami depresi mental karena banyak cerita bohong yang disebar di masyarakat, cerita yang diada-adakan, bahwa perbuatan semasa di tanah air akan dibalas di tanah suci. “Ini cerita bohong, karena jamaah datang ke tanah suci memenuhi undangan Allah, tidak mungkin Dia akan membalas dendam, karena Allah itu Maha Pengampun”. Demikian Prof Dr. H. Thohir Luth di depan para calon jamaah haji KBIH Unibraw, 20 Agustus 2005, ketika memberikan bekal “Persiapan Mental dalam Ibadah Haji”. Ditegaskan pula, “Andaikan kita datang ke sana membawa dosa sekujur tubuh, dengan bertobat sungguh-sungguh, insya Allah akan diampuni”. Menurut gurubesar hukum Islam yang sudah 25 kali melaksana-kan ibadah haji ini, adalah logis bila saat melakukan thawaf, kaki terinjak karena “berjubelnya” jamaah yang melakukan thawaf. Kalau ini terjadi, sebaiknya tidak usah diceritakan di maktab, karena jamaah haji Indonesia kebanyakan “ahli tafsir”. Terinjak kaki saat thawaf  bisa ditafsirkan bermacam-macam. Misalnya, “jelas saja terinjak, soalnya di tanah air dia suka menginjak-injak martabat orang lain”. Begitu juga kalau ada yang kehilangan uang, bisa ditafsirkan: “itu uang tidak halal …” dsb. Menjelaskan mengenai posisi jamaah haji, Thohir Luth meng-utarakan, dalam Islam dikenal dua perjalanan suci. Pertama, Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang tidak mungkin kita lakukan, dan kedua, perjalanan ibadah haji. “Dalam hal ini, posisi kita dari manusia biasa berubah menjadi tamu-tamu agung Allah. Karena ini perjalanan suci, maka jangan berpikir tentang mati, apalagi takut mati, “Kalaupun ada yang meninggal maka itu ibadah, insya Allah khusnul khatimah”, ungkapnya. Baca talbiyah sebanyak-banyaknya, upayakan dapat melaksana-kan semua rukun, wajib dan sunnah haji secara optimal semata-mata karena Allah SWT. Juga diingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan 70% ke-kuatan fisik dan 30% spiritual. Karena itu adalah keharusan untuk menjaga kondisi agar tetap sehat dengan cara makan dan istirahat secara teratur. Kalau makan, jangan pikirkan rupiah, karena rupiah terpuruk di mana-mana. “Kita tidak jadi makan kalau harga makanan selalu dikurs dengan rupiah”, tuturnya. Selain itu jangan memforsir diri dengan kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan beribadah, seperti berbelanja berlebihan. Lakukanlah ibadah shalat arbain hanya karena Allah, bukan karena arbain itu sendiri. “Jadi kalau sakit, ya jangan memaksa untuk mengerjakan arbain, karena Nabi sendiri saja sewaktu sakit, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam”, tambahnya. Resep berikutnya, ibadah akan terasa nikmat bila ada 2 syarat. Pertama, jangan bawa semua uang kita untuk bekal, bawa secukupnya saja, tinggalkan sebagian di Indonesia. Kedua, bawalah bekal sabar semuanya, jangan ditinggal di Indoensia, karena sabar menjadi bekal utama saat menghadapi segala kesulitan dan bersyukur pada saat mendapat kemudahan. Pada akhir ceramahnya, Ketua PPA Unibraw ini mengingatkan agar selama melaksakan ibadah haji jangan lupa pesan nabi untuk berdoa tentang 5 perkara. Pertama, berdoa untuk kedua orang tua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, agar diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal kebaikannya. Kedua, berdoa untuk keluarga agar menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, ketiga diberi umur yang barakah. Keempat, mendapatkan rizki yang bermanfaat. Dan kelima, berdoa agar mendapatkan hidup yang khusnul khotimah serta dijadikan haji mabrur”. Bimbingan manasik haji KBIH Unibraw secara klasikal yang dilaksanakan hingga Sabtu pekan ini sudah selesai, dan Ahad (28/8) para calon jamaah haji Unibraw akan melaksanakan latihan/praktek ibadah haji di lapangan Kantor Pusat Unibraw. Pembinaan selanjutnya berupa pendalaman dilaksanakan per regu atau per rombongan, dan pada bulan Ramadhan akan diselenggarakan acara shalat tarawih bersama yang juga diikuti dengan pendalaman/penyegaran maateri. [MW]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID