Prasetya Online

>

Berita UB

Pidato Laporan Tahunan Rektor 

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2675

Menghargai Pendahulu, Mengembangkan Potensi, dan Menyongsong Masa Depan.
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno
“Kemajuan institusi ini tidak terlepas dari kerja keras dan jasa para pendiri serta pendahulu yang telah berupaya membesarkan Universitas Brawijaya”, demikian Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno mengawali pidato laporan tahunan di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya dalam rangka Dies Natalis ke-43, di Widyaloka, Sabtu pagi 4/2.
Hal ini diwujudkan dengan pemberikan penghargaan khusus berupa cenderamata kepada para mantan Rektor atau ahli warisnya, yang diterimakan pagi itu juga oleh Rektor Prof. Bambang Guritno. Acara hari itu dilengkapi dengan orasi ilmiah Dr. Sukarmi SH MH berjudul “E-Commerce dalam Perspektif Hukum Kontrak di Indonesia”.
Potensi Akademik
Dalam pidatonya, Rektor melaporkan potensi akademik yang dimiliki Unibraw saat ini, berupa 93 program studi dari berbagai strata, tersebar di 10 fakultas dan program pascasarjana. Program studi S1 sebanyak 44 buah. Peningkatan jumlah ini, menurut Rektor, untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Jumlah mahasiswa keseluruhan tercatat 28.157 orang, 79 orang di antaranya asal luar negeri, dan mahasiswa baru 6.341 orang.  Sejumlah 4.457 orang mahasiswa, atau hampir 17% dari jumlah mahasiswa S1 dan program diploma untuk tahun 2005, menda-patkan beasiswa dengan total dana Rp 4,6 miliar lebih.
Jumlah dosen saat ini 1.398 orang, terdiri dari 93 orang guru besar aktif dari total 121 orang guru besar yang pernah dimiliki Universitas Brawijaya, 257 orang doktor, dan 737 orang master/ magister, dan sisanya adalah sarjana. Dari jumlah tersebut, terdapat 247 orang dosen sedang studi lanjut, 165 orang menempuh program doktor dan 82 orang menempuh program master baik di dalam maupun di luar negeri.
Dilaporkan pula, peningkatan kualitas proses belajar-mengajar, telah dilakukan dengan meningkatkan keasrian kampus, dan melengkapi ruang-ruang kuliah dengan perangkat multimedia. Sementara itu fasilitas jaringan local area network (LAN) telah menjangkau sekitar 85% gedung yang ada di dalam kampus, dengan jumlah komputer tersambung terus meningkat. Diharapkan dosen dan mahasiswa akan lebih mudah mendapatkan bahan pustaka terbaru dari internet. Di samping itu, tetap diupayakan peningkatan pelayanan dengan menambah jumlah judul dan kopi bahan pustaka di Perpustakaan Pusat maupun ruang baca di fakultas dan jurusan. Dalam upaya peningkatan layanan, Perpustakaan Pusat mengaplikasikan sis-tem otomasi perpustakaan terpadu menggunakan software yang  dikembang-kan sendiri (house development) dengan nama Integrated Library (INLIB) dan pada tahun 2005 diberi nama LENTERA.
Mengingat jumlah layanan dan pengunjung semakin meningkat, dipandang perlu memperluas gedung Perpustakaan Pusat. Perluasan telah dimulai tahun 2005 dengan pembangunan fondasi. Direncanakan perluasan gedung perpustakaan 5 lantai ini akan mewujudkan perpus-takaan yang modern 2–3 tahun mendatang.
Pengembangan teknologi informasi disikapi positif oleh Universitas Brawijaya. Usaha-usaha meningkatkan kualitas pendidikan dan pela-yanan dengan penerapan teknologi informasi terus diupayakan.
Universitas Brawijaya telah menandatangani perpanjangan campus agreement dengan pihak Microsoft sehingga penggunaan MS-Windows dan MS-Office menjadi legal di kampus maupun di rumah dosen. Namun demikian, di masa mendatang diharapkan penggunaan perangkat lunak open-source dapat lebih luas diterapkan di Unibraw untuk menunjang program go open source yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Website Universitas Brawijaya mendapatkan penghargaan Bubu Award katagori corporate pendidikan, sehingga berhak mewakili Indonesia dalam kontes website pendidikan tingkat dunia di Tunisia tahun 2005 lalu.
Di samping itu, telah ada blue print tentang teknologi informasi dan komu-nikasi (TIK) yang disusun oleh suatu tim yang dibentuk berdasarkan SK Rektor sejak tahun 2004. Blue print tersebut telah disosialisasikan ke fakultas-fakultas dan unit kerja selama tahun 2005. Diharapkan dengan adanya blue print tentang TIK, Universitas Brawijaya akan dapat menata dan mengembangkan TIK secara lebih baik di masa mendatang.
Dalam usaha meningkatkan pelayanan administrasi akademik melalui penerapan teknologi informasi, Unibraw bekerjasama dengan Bank BTN menerapkan pembayaran SPP untuk mahasiswa lama secara on-line real time dari cabang Bank BTN di seluruh Indonesia, melalui program campus e-banking sehingga penerapan perangkat lunak hasil pengem-bangan sendiri ini telah meniadakan antrean panjang di kampus dalam pembayaran SPP saat daftar ulang.
Kerjasama Luar Negeri
Suatu kebanggaan tersendiri bagi Unibraw, karena di tahun 2005 lembaga ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang diundang menghadiri peringatan 100 tahun Korea University, Seoul, Korea Selatan, bersama-sama dengan 86 perguruan tinggi terkemuka dari 30 negara. Saat ini bendera dan lambang Universitas Brawijaya telah tersimpan di museum Korea University sebagai benda kenangan otentik yang dibawa oleh semua  perguruan tinggi undangan.
Kerjasama Universitas Brawijaya dengan Korea University juga diwujudkan dengan penelitian di bidang biologi molekuler, dan salah satu dosen Unibraw, Dr. Moch Sasmito Djati, telah berangkat ke Korea University dalam rangka mengadakan penelitian bersama para peneliti di sana.
Prestasi yang tak kalah membanggakan, Unibraw masuk sebagai anggota AI3 (Asian Internet Interconnection Initiatives) bersama ITB yang sudah terlebih dulu sebagai anggota, sehingga perannya dalam pembelajaran jarak jauh SOI (School On The Internet) Asia menjadi lebih penting saat ini. Perlu diketahui bahwa kegiatan pembelajaran jarak jauh melalui SOI-Asia merupakan kerjasama beberapa perguruan tinggi di Asia dengan Keio University di Jepang. Kegiatan kuliah jarak jauh melalui SOI-Asia di Universitas Brawijaya terus meningkat dengan materi kuliah yang semakin beragam.
Pengembangan double degree juga telah digalang dengan melibatkan Fakultas Ilmu Administrasi Unibraw dengan bebe-rapa universitas di Jepang yang merupakan buah kerjasama antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia.
Kerjasama dengan perguruan tinggi di Australia antara lain dengan Sydney University, Latrobe University, dan MRIT Melbourne, telah menghasilkan pertukaran dosen dan kegiatan baik di Indonesia maupun di Australia.
Dalam waktu dekat ini Vice Chancelor Macquary Univeristy Sydney, Australia akan berkunjung ke Unibraw dalam rangka menggalang kerja sama penanganan penyandang cacat fisik atau disebut dengan difable (different ability)  people  di Indonesia.
Kerjasama dengan Louisiana State University, sebagai perwujudan kerjasama antara Propinsi Jawa Timur dan Loisiana State terus dikembangkan dengan memfasilitasi Usaha Peternakan Aliansi dengan Kabupaten Pasuruan yang dengan kegiatan ini maka Jawa Timur akan mempunyai jenis keturunan ternak sapi yang cocok untuk dikembangkan dengan kondisi Jawa Timur.
Sebagai dampak dari kegiatan kerjasama dengan pihak luar negeri di bidang peternakan, mulai tahun 2006 Universitas Brawijaya memperoleh kepercayaan dari Menteri Negara Riset dan Teknologi sebagai pengelola Riset Unggulan Strategik Nasional di bidang ternak sapi.
Mahasiswa
Prestasi nahasiswa Unibraw dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2005, kontingen Unibraw meraih juara III dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Padang. Dalam PPKM (Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa) dan PPRI (Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia) yang bertingkat nasional, mahasiswa Unibraw berhasil keluar sebagai juara. Selama tahun 2005 sebanyak 21 orang mahasiswa telah berhasil memenang-kan berbagai seleksi dan berhak berangkat ke luar negeri. Jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unibraw tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil meluncurkan 100 roket air secara serempak dalam acara Water Rocket Contest 2005 di lapangan Kantor Pusat Unibraw.  Selain itu 8 penghargaan Bogasari Award dari 30 award yang disediakan oleh Bogasari telah diraih mahasiswa Unibraw. Atas prestasi mahasiswa tersebut, Unibraw telah memberikan penghargaan berupa pembebasan SPP atau pemberian tabanas kepada 181 mahasiswa pada tahun 2005.
Internasional
Kunjungan ke luar negeri untuk mengikuti seminar atau workshop internasional bagi dosen juga meningkat. Tidak kurang dari 30 orang dosen telah memperoleh bantuan untuk berangkat ke luar negeri tahun lalu. Selain itu, berbagai kegiatan seminar dan workshop nasional dan internasional, kuliah tamu dengan mendatangkan pembicara berkaliber nasional dan internasional, dan kegiatan  ilmiah lain juga diadakan di Unibraw selama tahun 2005. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan Unibraw semakin dapat mewujudkan visinya sebagai universitas terkemuka yang dapat menembus batas wilayah nasional.
Suatu hal membanggakan, salah seorang dosen Kimia FMIPA Unibraw, Ahmad Sabarudin SSi MSc, telah mendapatkan penghargaan sebagai Excellent-Young Researcher dari Japan Society for Analytical Chemistry (JSAC) di Nagoya, Jepang, September 2005 silam. ”Ini membuktikan bahwa mahasiswa maupun dosen Unbraw sebenarnya mampu bersaing di tingkat internasional”, ujar Rektor.
Otonomi
Pemberian otonomi dalam pengelolaan perguruan tinggi adalah hal yang tidak terelakkan sebagai respon terhadap perubahan jaman, dan telah tertuang dalam UU nomor 22 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perubahan sosial-ekonomi, politik dan sains-teknologi di masyarakat yang sangat cepat pada akhir dasawarsa ini, menuntut penataan organisasi penyelenggara pendidikan tinggi agar mampu bereaksi cepat memenuhi perubahan-perubahan tuntutan masyarakat. Unibraw telah mempersiapkan dirinya menuju perguruan tinggi yang otonom agar visi dan misi yang diembannya dapat segera terwujud dengan lebih cepat.
Unibraw telah mengajukan proposal kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada bulan Oktober 2005 yang lalu agar Unibraw diberikan status sebagai perguruan tinggi yang otonom. Dari hasil evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, proposal yang diajukan masih perlu disempurnakan, dan  saat ini proposal sedang  dalam proses penyempurnaan.
Dengan perubahan status menjadi perguruan tinggi yang otonom, Universitas Brawijaya diharapkan akan mempunyai kemandirian dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan.
Agar otonomi berjalan dengan baik, beberapa pembenahan harus dilakukan, antara lain yaitu meningkatkan kesehatan organisasi, seperti lama studi mahasiswa, tingkat efektivitas proses pembelajaran, tingkat peran lulusan di masyarakat, relevansi antara kegiatan pengajaran-riset-pengabdian kepada masyarakat, kedisiplinan staf dan mahasiswa, efisiensi penggunaan sumber daya, maupun tingkat transparansi dan akuntabilitas. Khusus untuk kegiatan akademik, Unibraw akan menerapkan standar pendidikan setara perguruan tinggi di negara maju.
Pembenahan kampus dan pengelolaannya dilakukan di berbagai bidang untuk meningkatkan profesionalisme, pelayanan dan kenyamanan warga kampus. Sebagai wujud dari profesionalisme yang semakin meningkat di kampus ini yaitu bahwa laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Lakip) yang dibuat oleh Unibraw menempati ranking tertinggi di atas perguruan tinggi negeri lainnya selama dua tahun berturut-turut sehingga Unibraw ditunjuk sebagai salah satu narasumber dalam pelatih-an Lakip nasional bagi perguruan tinggi negeri.
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, telah dicanangkan gerakan ”Brawijayaku Hijau”, suatu program pemilahan sampah di kampus sebagai bagian dari pemanfaatan iptek untuk pengelolaan potensi limbah. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah organik diolah dalam pabrik kompos mini yang ada di kampus. Rektor berharap gerakan moral sadar lingkungan ini dapat menjadi contoh bagi instansi lainnya.
Unibraw saat ini telah memiliki guest house yang lebih memadai untuk melayani tamu baik dari dalam maupun luar negeri. Guest house yang telah selesai direnovasi akan diresmikan tanggal 9 Februari 2006 mendatang berlantai 3 yang memiliki 23 kamar tidur, 4 ruang pertemuan, dan sebuah kafetaria. Fasilitas tersebut diadakan selain untuk tempat menerima tamu-tamu Universitas Brawijaya juga untuk tempat praktek kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa Program D-III Pariwisata, serta sebagai salah satu lahan usaha dalam rangka persiapan otonomi Universitas Brawijaya.
Kerja Keras
Pada bagian akhir pidatonya, Rektor menyadari bahwa Unibraw ternyata masih harus bekerja keras untuk meningkatkan kinerja agar dapat sejajar dengan perguruan tinggi ternama lainnya dan dapat mencapai visinya sebagai perguruan tinggi terkemuka yang dapat menembus batas wilayah nasional.
Rektor mengajak semua pihak, sivitas akademika, para alumni, pemerintah pusat maupun daerah, serta masyarakat dari berbagai lapisan yang berkepentingan dengan kemajuan pendidikan anak bangsa di negeri ini untuk terus berusaha memajukan pendidik-an, tanpa mengenal perbedaan ras, golongan dan agama, agar bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat di mata bangsa lain. ”Sekecil apapun usaha kita untuk memajukan pendidikan, pasti akan ada pengaruhnya bagi kemajuan bangsa kita kelak di kemudian hari”, tuturnya.
Mengenai calon Rektor periode 2006-2010 yang sedang dalam proses di Jakarta, Rektor berharap siapapun yang ditentukan oleh Presiden sebagai Rektor Universitas Brawijaya 2006-2010 harus dapat diterima dan didukung program-programnya. Sebab tanpa dukungan dari sivitas akademika, lembaga ini tidak akan semakin maju. [Far]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID