Prasetya Online

>

Berita UB

Perwakilan UNICEF Datangi UB Bahas Keterlibatan Kampus dalam Rencana Aksi SDGs

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 07 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1878

Perwakilan UNICEF (kedua dan ketiga dari kanan) kunjungi UB
Perwakilan UNICEF (kedua dan ketiga dari kanan) kunjungi UB
Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Arie Rukmantara (Chief Field Office) berkunjung ke Universitas Brawijaya, Senin (06/11/2017). Dalam kunjungannya, Arie juga didampingi oleh delegasi UNICEF, Charlotte, yang berkewarganegaraan Swedia. Keduanya diterima oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS di ruang kerjanya. Selain Rektor UB, mereka juga diterima oleh Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd yang dalam kesempatan tersebut sedang berada di ruangan yang sama.

Dalam keterangannya, Charlotte menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang aktif meratifikasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). SDGs atau Tujuan Pembangunan Global adalah agenda global yang memiliki 17 tujuan, 169 target dan 230 indikator yang terukur. SDGs diterbitkan sejak Oktober 2015 menggantikan MDGs (Millenium Development Goals/Tujuan Pembangunan Millenium) dengan kurun waktu hingga 2030. Agenda global ini telah disepakati oleh berbagai negara dalam forum resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Indonesia sebagai salah satu negara yang mengadopsi SDGs, menurut Charlotte telah mengimplementasikannya dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dengan jangka waktu pelaksanaan hingga 2019.

UNICEF (United Nations Children's Fund/Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah organisasi PBB yang memberi bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan anak dan ibu di negara berkembang. Disampaikan Arie, poin-poin dalam tujuan dan target SDGs juga mengakomodir misi UNICEF. Pemerintah Indonesia juga telah mengakomodirnya dalam Perpres Nomor 59 Tahun 2015 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Terdapat empat pilar dalam SDGs yakni pemerintah, swasta, LSM dan perguruan tinggi. "Berbeda dengan MDGs, SDGs lebih berbasis data dan analisis. Sehingga tidak mungkin tanpa melibatkan perguruan tinggi," kata Arie. ia menyebut bahwa perguruan tinggi berperan dalam penajaman analisis dan pembuatan rekomendasi yang lebih strategis.

"Kami membawa beban pemerintah karena Rencana Aksi Nasional harus selesai pada Desember 2017 sementara Rencana Aksi Daerah pada Juni 2018," kata Arie lebih lanjut. "Jika target tersebut tidak dapat terpenuhi, maka kami akan mengadvokasi pemerintah," ia menambahkan. Sesuai Perpres Nomor 59 tahun 2015, maka mandat tersebut ada di tangan Bappenas pada level nasional dan Bappeda pada level daerah.

Dalam keterangannya, Charlotte menilai bahwa Indonesia termasuk negara yang implementasinya cepat di lapangan. Saat ini, setidaknya terdapat sekitar 84 juta anak (usia <18 tahun) di Indonesia. Alumni program sarjana di Utrecht University dan program pascasarjana di London School of Business and Finance ini menyebut beberapa isu terkait anak seperti perkawinan anak-anak serta pengaruh kemiskinan pada anak-anak. "Kemiskinan memberi dampak berbeda pada anak-anak dibanding orang dewasa, termasuk pada pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak. Masalahnya tidak cukup terlihat," katanya. Permasalahan terkait anak-anak, menurutnya juga dihadapi oleh negara-negara di Eropa, terutama anak-anak migran, yang memiliki lebih banyak permasalahan ketidaksetaraan. "Permasalahan anak-anak perlu menjadi mainstream dalam semua hal," katanya.

Di Jawa Timur, UNICEF memiliki kantor di Bappeda Jawa Timur. Berbeda dengan kantor-kantor di wilayah lain yang menangani isu-isu pelayanan dasar, UNICEF Jawa Timur merupakan tempat inovasi kebijakan seperti pilot project maupun studi kasus. Arie menyampaikan bahwa Kota Malang merupakan mitra erat UNICEF sejak lama. Karena SDGs lebih berbasis data, maka kolaborasi dengan perguruan tinggi dimaksudkan untuk menjangkau 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan bisa berperan dalam verifikasi data, penyusunan baseline rencana aksi serta link and match lintas sektoral.

Pertemuan UNICEF dengan Bappeda seluruh Jawa Timur pada Selasa (07/11/2017) di Sengkaling Malang akan memastikan keterlibatan perguruan tinggi sebagai pilar SDGs. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID