Prasetya Online

>

Berita UB

Perpustakaan Harus Jadi Nutrisi PT

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2284

Bagi lembaga pendidikan, perpustakaan merupakan sarana mutlak untuk "menyehatkan" sivitas akademikanya. Karena itu perpustakaan harus menyiapkan "nutrisi" yang cukup bagi dosen dan mahasiswa, agar mereka mampu menggali semua pengetahuan. "Kalau perpustakaan hanya menjadi pelengkap dan tidak mampu jadi surganya akademik, maka lulusannya akan begitu-begitu saja mutunya," kata Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya, Dra Welmin Sunyi A MLib. di kantornya, Rabu (16/3).
Karena itulah dia selalu berusaha melakukan pembaruan dan pengembangan perpustakaan. Salah satu langkah itu adalah melakukan hubungan lewat komputer dari perpustakaan pusat ke ruang baca di fakultas-fakultas. "Digital library (digilib) akan memudahkan mahasiswa maupun dosen untuk mengetahui buku apa saja yang ada di perpustakaan pusat maupun di masing-masing jurusan," tambahnya.
Data di perpustakaan pusat pun sangat lengkap. Mahasiswa bisa melihat berapa jumlah buku untuk jenis tertentu, dan berapa yang dipinjam. "Dari sini juga bisa diketahui juga berapa jumlah buku yang siap atau tidak dipinjam, buku baru, atau kapan jadwal pengembalian tiap buku, hingga berapa denda yang harus ditanggung peminjam yang terlambat mengembalikan," jelas lulusan New South Wales University itu.
Hingga 2004 koleksi buku perpustakaan pusat mencapai 195.051 eksemplar dengan 97.202 judul. Diperkirakan ada tambahan buku baru hinggal Maret ini, meski belum jelas pasti jumlahnya. Hingga 15 Maret buku yang dipinjam mencapai 41.230 eksemplar, dan yang melewati batas waktu pengembalian ada 478 eksemplar.
"Data tahun 2004 menunjukkan data di perpustakaan pusat yang diakses secara online mencapai 1.753.787 orang yang kalau dirata-rata per harinya mencapai 5.846 orang. Coba bayangkan kalau setiap hari ada lima ribu orang ke sini kan perpustakaan jadi kacau," ujar ibu tiga anak itu.
Komputerisasi yang diterapkan di perpustakaan Unibraw telah mengantarkan Welmin menerima piagam penghargaan dari Menristek pada Agustus 2004 lalu. Penghargaan itu berupa E-Contentaward pada website perpustakaan. "Tapi masih ada keinginan saya yang belum terwujud, yaitu adanya jurnal online," kata wanita yang selalu tampil energik itu. Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyediakan gedung lebih representatif dia berniat mengembangkan perpustakaan. Tahun ini perencanaan pembangunan gedung bakal dimulai. Rencananya gedung baru akan berlantai lima, dengan luas 7.000 meter persegi, dan dihubungkan dengan gedung lama yang luasnya 4.200 meter persegi.(md23) http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=%204&id=6258

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID