Perkuat Kerjasama dengan TU Wien, FTUB Kirim Dosen ke Austria

Dikirim oleh prasetyaFT pada 08 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 319

yusfan austria
yusfan austria
Selama 3 bulan, Dr.techn. Yusfan Adeputera Yusran, ST., MT.Ars. mengikuti program post-doctoral yang dibiayai oleh Federal Ministry of Science and Research Austria dibawah program Ernst Mach Asea Uninet Grant yang berlangsung pada (1/8-31/10/2018).

Dosen jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik UB ini meneliti keterkaitan usaha konservasi rumah Vernakular dengan isu kesehatan. Arsitektur vernakular merupakan arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari arsitektur rakyat yang lahir  dan berakar pada tradisi etnik, serta dibangun oleh tukang berdasarkan pengalaman (trial and error) serta menggunakan teknik dan material lokal.

Dengan mengambil studi kasus open-air museum di Bad-Tatzmannsdorf, Austria, Yusfan menelusuri kaitan antara rumah vernakular yang ditranslokasi ke suatu kawasan khusus di Bad-Tatzmannsdorf yang menjadi tempat pelayanan kesehatan kuratif.

Rangkaian penelitian yang dilakukan bersama Prof. Erich Lehner dari Technische Universität Wien (TU Wien) ini menghasilkan kesimpulan bahwa usaha konservasi atau pelestarian rumah vernakular tidak hanya terkait dengan permasalahan historikal maupun pelestarian budaya.

"Bisa juga disajikan sebagai salah satu fasilitas penyembuhan mental yang dapat mempercepat kesembuhan pasien khususnya Mindfulness Treatment," terang dosen yang meraih gelar doktornya di TU Wien ini.

Hasil penelitian ini rencananya akan dipublikasikan dalam jurnal internasional. Program ini juga merupakan salah satu bagian dari program kerjasama antara Jurusan Arsitektur FT-UB dengan Institute of History of Art and Building Archaeology TU Wien yang telah dibina sejak 2016 sebagai ajang pertukaran researcher.

"Ernst Mach Postdoctoral Grant sendiri merupakan salah satu program OeAD-Asea Uninet sebagai wadah pembinaan lanjut bagi doktor (usia maks. 45 tahun) untuk melakukan joint research dengan institusi penelitian di Austria selama 1 hingga 9 bulan," ujar doktor kelahiran Desember 1983 ini menambahkan. [Miko/Humas UB]