Prasetya Online

>

Berita UB

Perikanan Pasca 2015 Menunjukkan Tren Positif

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 07 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 149

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB Dr. Ir. DEWA GEDE RAKA WIADNYA, M.Sc
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB Dr. Ir. DEWA GEDE RAKA WIADNYA, M.Sc
Meskipun diawal pengeluaran kebijakannya menimbulkan pro dan kontra, namun secara keseluruhan kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat penilaian kinerja publik yang cukup tinggi. Demikian dikatakan Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB Dr. Ir. DEWA GEDE RAKA WIADNYA, M.Sc dalam Bincang Santai Bersama Pakar UB (Bonsai), Selasa (5/6/2018) di Ruang Jamuan Lantai VI Gedung Kantor Pusat UB.

"Contoh nyata di Jawa Timur bisa kita amati pada nelayan Desa Bangsring Banyuwangi dan Clungup Mangrove Center di Sendang Biru. Kebijakan yang paling berani lainnya ialah penangkapan kapal asing yang melakukan operasi di wilayah perairan Indonesia tanpa ijin, sekaligus meneggelamkan seluruh kapal perikanan tersebut. Sampai tanggal 11 Januari 2018, Menteri Kelautan dan Perikanan tercatat sudah menghancurkan 363 Kapal Perikanan berbendera asing yang menangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia tanpa ijin. Seluruh kebijakan tersebut telah menyebabkan terjadinya pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun secara keseluruhan, Menteri Kelautan dan Perikanan mendapat penilaian kinerja publik yang cukup tinggi,"kata Gede.

Gede menambahkan dengan kebijakan yang dikeluarkannya tersebut, ternyata juga menambah hasil tangkapan setiap nelayan. Nilai hasil tangkapan nelayan menunjukkan peningkatan rata-rata 8,5% per tahun dengan peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2017 (17,3%). Nilai peningkatan ini lebih tinggi dari rata-rata peningkatan secara keseluruhan selama periode 2010-2017 (6,3%).

Meskipun mengalami peningkatan namun hingga saat ini masih belum ada indikasi apakah dengan kebijakan tersebut sumber daya perairan, seperti ukuran ikan dan terumbu karang bisa lebih besar dibandingkan sebelumnya.

"Belum bisa kita lihat terumbu karang bisa lebih besar, namun secara akademisi kebijakan Menteri Susi bisa diterima masyarakat, menguntungkan ekonomis, dan menguntungkan lingkungan,"kata Gede.[Oky Dian/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID