Prasetya Online

>

Berita UB

Peresmian Galeri Anatomi FK Unibraw 

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3260

Anatomi Makroskopik
Anatomi Makroskopik
Berangkat dengan tujuan menyediakan sarana belajar Anatomi Makroskopik, serta tuntutan berkembangnya ilmu kedokteran, mahasiswa dan praktisi kedokteran untuk memperkuat basic science yang menunjang kompetensi dokter dari aspek anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya membangun sebuah galeri anatomi. Peresmian galeri dilakukan oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Turut hadir dalam acara peresmian Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Dekan Fakultas Kedokteran dr. Harijanto MSPH, Dekan Fakultas Perikanan Dr. Ir. Sukoso, Dekan FMIPA Ir. Adam Wiryawan MS, kepala RSSA dr. Pawik Supriyadi, dan utusan sekolah menengah atas serta Poltekkes.
Galeri ini menghabiskan dana sebesar Rp 300 juta yang diperoleh dari program hibah kompetensi SP4 tahun anggaran 2005 dan bantuan fakultas.
Menurut dr. Subandi MKes DAHK, koordinator kegiatan SP4 dan program pembelajaran anatomi dengan model demonstrasi, alokasi dana diperuntukkan bagi renovasi bak penyimpanan cadaver,  penyempurnaan cold storage serta pembelian sejumlah textbook anatomi. Galeri ini memperagakan kurang lebih 80 model preparat tubuh manusia yang diawetkan dengan formalin. Model yang dipamerkan meliputi preparat embriologi, muskuloskeletal, sistem saraf, kardiovaskular, respirasi dan organ dalam. Lebih lanjut diungkapkan Subandi bahwa sebelum proses pembangunan terlebih dahulu dilakukan studi banding ke museum anatomi di Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Atmajaya Jakarta, dan Universitas Bonn di Jerman. ”Museum ini cukup lengkap bila dibandingkan dengan museum anatomi lain di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu dr. Harijanto menyatakan bahwa keinginan membangun diorama ini sejak kepemimpinan dekan Prof dr. Achmad Hidajat SpOG KFER di awal tahun 80-an. Lebih lanjut diungkapkan bahwa selama ini masyarakat umum maupun mahasiswa kedokteran masih takut apabila melihat ’mayat’. Untuk itu Harijanto menyarankan untuk menggunakan istilah galeri anatomi daripada museum anatomi, yang berkesan menakutkan. Hal senada juga disampaikan oleh rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno. Keberadaan galeri anatomi saat ini menurut Harijanto, masih dalam tahap awal. Di masa mendatang diharapkan agar galeri ini dilengkapi dengan foto radio grafis, CT scan, MRI, alat bantu belajar, textbook, perpustakaan dan ruang diskusi. Selanjutnya Harijanto mengajak Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Fakultas MIPA untuk ikut ambil bagian dalam memamerkan anatomi hewan, sehingga nantinya galeri anatomi ini menjadi pusat belajar bagi siswa SMA hingga pasca sarjana di tingkat nasional.
Galeri Anatomi akan dibuka untuk mahasiswa, praktisi kedokteran, pelajar tingkat menengah atas dan masyarakat umum yang berkepentingan dalam pengenalan dan pendalaman struktur tubuh manusia, dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan kunjungan kepada dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Keterangan lebih lanjut mengenai galeri anatomi dapat menghubungi dr. Rita Rosita, Jl. Veteran Malang, Telp. (0314) 569117 pesawat 114. [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID