Prasetya Online

>

Berita UB

Penjajagan Kerjasama, Dubes Inggris Kunjungi UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 25 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 722

Dubes Inggris (paling kanan) dan Direktur British Council kunjungi UB
Dubes Inggris (paling kanan) dan Direktur British Council kunjungi UB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, pada Selasa (25/04/2017) mengunjungi Universitas Brawijaya (UB). Dalam kesempatan tersebut, Moazzam didampingi oleh Direktur British Council Paul Smith dan jajarannya. Kunjungan ke UB dilakukan sesaat dalam rangkaian kunjungannya ke Jawa Timur termasuk ke Kampung Inggris di Pare, Kediri.

Di UB, Dubes Inggris Muslim pertama untuk Indonesia ini diterima oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Dr. Muhammad Sasmito Djati, MS.

Dalam keterangannya, Sasmito Djati menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum implementasi UB sebagai world class university melalui kolaborasi internasional. "Alumni Inggris di UB tidak banyak," kata Dosen Biologi ini. Dengan Inggris, ia menyampaikan bahwa kerjasama baru terjalin dengan University of Portsmouth dalam bidang penelitian dengan isu woman studies.

Lebih jauh, Sasmito bermaksud memperluas kerjasama pada bidang pendidikan seperti joint degree dan double degree, serta pertukaran dosen dan mahasiswa dengan berbagai perguruan tinggi di Inggris. Bidang yang dipertimbangkan akan menjadi kajian adalah pertanian dan cultural studies. Disampaikan Sasmito, Inggris memiliki Far East Cultural Studies yang diantaranya juga mempelajari budaya Indonesia.

Selain bidang saintifik, kerjasama bidang Bahasa juga akan dilakukan dengan menggandeng British Council. Melalui Laboratorium Bahasa, berbagai program yang dilakukan diantaranya adalah coaching clinic penulisan jurnal internasional serta bridging program. Pihaknya berharap pada 2018 nanti program riil seperti visiting scholar sudah bisa dilaksanakan.

Diakhir wawancara, Sasmito berpesan agar semua staf sudah harus siap menyongsong era global melalui kolaborasi internasional. Karena itu, daya saing harus ditingkatkan baik dalam bidang keilmuan masing-masing maupun kemampuan bahasa asing. [denok/Humas UB]

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID