Prasetya Online

>

Berita UB

Pengukuhan Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Nurhuda dan Prof.Dr.Agus Suryanto

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 09 September 2013 | Komentar : 0 | Dilihat : 6674

Kanan Kiri :Prof. Dr. rer. Nat. Muhammad Nurhuda dan Prof.Dr.Agus Suryanto
Kanan Kiri :Prof. Dr. rer. Nat. Muhammad Nurhuda dan Prof.Dr.Agus Suryanto
Universitas Brawijaya kembali mengukuhkan guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Dr. rer. Nat. Muhammad Nurhuda dan Prof. Dr. Agus Suryanto, M.Sc di Gedung Widyaloka UB, Selasa (10/9).

Prof. Dr. Agus Suryanto, M.Sc merupakan guru besar ke-11 dari FMIPA dan ke-212 UB, sementara Prof. Dr. rer. Nat. Muhammad Nurhuda merupakan guru besar ke-12 dari FMIPA dan ke-213 UB.

Prof. Dr. Agus Suryanto, M.Sc yang merupakan guru besar bidang Ilmu Matematika Terapan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Kontribusi Pemodelan Matematika dan Matematika Komputasi Bagi Pengembangan Sains dan Teknologi".

Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa pemodelan matematika dan matematika komputasi bisa diaplikasikan dalam tiga bentuk, yaitu pada perambatan gelombang air, perambatan gelombang optik, dan untuk model pertumbuhan populasi. Pada pemodelan dan komputasi perambatan gelombang air bisa diaplikasikan untuk sistem peringatan dini tsunami.

Pemodelan dan komputasi perambatan gelombang optik dapat diaplikasikan untuk pengembangan teknologi telekomunikasi optik. Sementara untuk model pertumbuhan populasi dapat digunakan untuk memahami pola penyebaran penyakit menular, menafsirkan dan mengevaluasi data epidemiologi serta melakukan pengendalian terhadap suatu penyakit.

"Dengan menggunakan penghitungan matematika kita bisa memprediksi jumlah masing-masing sub populasi seperti apa?dalam beberapa tahun kedepan akan terjadi ledakan penyakit atau tidak? sehingga apakah perlu diambil sebuah tindakan khusus atau tidak?,"kata Prof Agus.

Sementara itu, Prof. Dr. rer. Nat. Muhammad Nurhuda yang merupakan guru besar dalam Ilmu Fisika Komputasi menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul,"Peran Fisika Komputasi Dalam Memahami Fenomena Fisika Laser Energi Tinggi Dan Untuk Pengembangan Energi Terbarukan Di Masa Depan".

Nurhuda mengatakan bahwa prinsip-prinsip fisika yang universal dapat diterapkan untuk pengembangan energi terbarukan, misalkan tentang penjalaran gelombang dan turbulensi. Prinsip tersebut bisa diaplikasikan pada reaktor yang bisa menghemat konsumsi sekitar 1/7 dari daya listrik yang dikonsumsi oleh reaktor konvensional.

Prinsip fisika lain yaitu self turbulensi yang bisa diterapkan pada kompor Biomass yang mempunyai efisiensi 40-50% dibandingkan kompor pada umumnya. Dengan daya tampung bahan bakar sekitar 1.5 kg, kompor ini mampu menyala hingga 90 menit. Bahan biomass tersebut antara lain terdiri dari kayu, seresah daun, batubara dan cangkang kelapa sawit.

Nurhuda juga mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan merupakan pilihan strategis, karena ke depan energi merupakan masalah dunia yang sangat serius, disamping pangan dan kesehatan. [Oky]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID