Prasetya Online

>

Berita UB

Pengganti Antibiotik buat Unggas Ini Mampu Tingkatkan Produksi Hingga 11 Persen

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 14 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 640

Dari kiri ke kanan Rizky Syaban (FK2015), Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA 2016), dan Ilham Ardiansyah (Fapet 2014)
Dari kiri ke kanan Rizky Syaban (FK2015), Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA 2016), dan Ilham Ardiansyah (Fapet 2014)
Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan probiotik sebagai pengganti antibiotik untuk unggas seperti burung dan ayam. Dalam proses penelitiannya probiotik yang diberi nama Pro LAB ini mampu meningkatkan produksi daging dan telur hingga mencapai 11 persen.

Mokhammad Fahmi Rizky Syaban (FK2015), Ilham Ardiansyah (Fapet 2014), dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA 2016) menjelaskan bahwa pembuatan ProLAB dilatar belakangi oleh maraknya penambahan Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada industri unggas yang berdampak negatif.

Penggunaan AGP berlebihan dapat meningkatkan resistensi mikroba, mutan bahkan zoonosis. Dalam proses bekerjanya AGP justru mengurangi jumlah bakteri didalam usus unggas baik yang bersifat patogen maupun non patogen. Berkebalikan dengan AGP, penggunaan ProLAB justru bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri non patogen namun mengurangi jumlah bakteri patogen.

Selain bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, ProLAB juga bertugas untuk memperbaiki kinerja mikroflora atau mikroba yang ada di saluran usus.

ProLAB yang dibuat dari tepung probiotik dari mikroorganisme/mikroba dipadatkan dalam bentuk mikro kapsul. Dalam proses pemadatannya menggunakan mesin mikrowave agar bakteri yang terkandung didalam ProLAB terinkubasi dan tidak mati.

ProLAB yang sudah dibentuk menjadi mikrokapsul dicampur didalam pakan ternak dengan presentase kurang dari satu persen sehingga proses penyerapan makanan di dalam usus unggas menjadi lebih baik.

Inovasi tersebut mengantarkan mereka mendapatkan Silver Prize di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Korean Invention Promotion Association (KIPA) ini mempertemukan innovator dan peneliti dari seluruh penjuru dunia untuk mempublikasikan produk temuan unggulan, memperluas distribusi produk yang dipatenkan dan mempromosikan transfer teknologi. Bertempat di COEX Convention Center Korea Selatan, acara dilaksanakan selama empat hari, (30/11-3/12/2017).

Sementara itu wakil Dekan III Fapet, Dr. Osfar Sjofjan mengatakan bahwa prestasi ini sebagai upaya meningkatkan daya saing mahasiswa melalui program penalaran dan keilmiahan dimana mahasiswa dapat memberikan sebuah gagasan, ide, atau inovasi baik di level nasional maupun internasional. [dta/Oky Dian/Humas UB]

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID