Prasetya Online

>

Berita UB

Pengelolaan Potensi Limbah Berbasis Iptek

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3023

Brawijayaku Hijau
Brawijayaku Hijau
"Sampah bukan hanya masalah lingkungan, namun juga masalah sosial budaya. Usaha penanganan sampah tidak dapat dipisahkan dari aspek-aspek kehidupan lain sehingga  diperlukan perubahan mendasar dalam memberikan sudut pandang terhadap sampah, yaitu bahwa sampah adalah potensi, yang tersusun dari materi biodegradable yang berpotensi untuk diolah lebih lanjut dengan proses biokonversi menjadi kompos dan biogas, sedangkan materi nonbiodegradable mempunyai potensi daur ulang dengan nilai ekonomis yang cukup berarti".
Demikian sambutan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, dalam acara pencanangan gerakan "Brawijayaku Hijau" di halaman depan gedung Rektorat Unibraw, Sabtu (4/6). Lebih lanjut Rektor mengatakan: "Dengan adanya program pemilahan sampah dan TPS (tempat pembuangan sampah) yang terpisah, maka untuk selanjutnya sampah yang tidak dipilah oleh sumber penghasil sampah jangan diangkut oleh pertugas kebersihan kampus". Rektor juga berharap agar kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dalam skala yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus, di mana Unibraw dapat bertindak sebagai konsultan akademis maupun teknis, selaras dengan "knowledge based activity" yang dimiliki Unibraw dalam bekerja sama dengan masyarakat. Kegiatan bertema "Bangun Budaya Pemilahan Sampah Menuju Kampus Indah dan Bersih" ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lingkunan Hidup yang jatuh setiap 5 Juni.

Lomba kebersihan
Dengan kriteria penilaian antara lain: keberadaaan TPS (tempat pembuangan sampah semnetara) berwarna, TPS taman, dan TPS lingkungan; kebersihan dan perawatan gedung dan taman, serta kesadaran sivitas akademika dan karyawan terhadap kebersihan lingkungan, telah diadakan lomba kebersihan antar fakultas di lingkungan Unibraw pada 1-3 Juni 2005. Hasilnya, keluar sebagai Juara I Fakultas Teknik, disusul kemudian Juara II Fakultas Pertanian, Juara III: Fakultas Ekonomi, dan Juara Harapan Fakultas MIPA. Kepada pemenang, Rektor memberikan trofi dan hadiah-hadiah lainnya.

UPT Kompos
UPT Kompos
UPT Kompos
Salah satu obyek peninjauan Rektor dan rombongan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah UPT Kompos yang dikelola oleh Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Pada kesempatan itu, Kepala UPT Kompos Dr. Ir. Budi Prasetyo MP memberikan penjelasan panjang lebar.
"Kompos adalah bentuk dasar untuk pembuatan pupuk organik, media tanam, pupuk cair, dan biopestisida", demikian penjelasan awal Dr. Budi Prasetyo. Lebih lanjut diungkapkan bahwa selama ini sampah hanya dibuang dan menjadi barang hilang, padahal sebenarnya masih dapat diproses menjadi kompos. "Di luar negeri, kompos biasa disebut sebagai emas hitam", ungkapnya.Ditambahkan oleh dosen Fakultas Pertanian ini bahwa kompos sangat digemari oleh tanaman sayur, tanaman hias, tanaman pangan, tanaman tahunan serta bunga.
Penggunaan kompos, menurut Budi Prasetyp, sangat mendukung terciptanya pertanian organik. Jika dijalankan secara konsisten maka tidak akan ada lagi agrokimia. Di Fakultas Pertanian sendiri, untuk tahun ajaran 2004/2005 kompos telah diteliti oleh sekurangnya 7 mahasiswa, dengan pembimbning di antaranya Prof. Dr. Ir. Syekhfani MS, Dr. Ir. Budi Prasetyo MP, dan Ir. Retno Suntari MS.
Labih lanjut dipaparkan bahwa di Universitas Brawijaya, sampah yang dihasilkan setidaknya 6 meter kubik per hari, sehingga apabila diasumsikan densitasnya 1 kg/m3, maka sampah yang dihasilkan Unibraw per harinya mencapai 6 ton.
Prosesing kompos itu sendiri meliputi beberapa tahapan, yaitu: sampah organik dikumpulkan, digiling, mengalami fermentasi kemudian diayak dan dianginkan dan jadilah kompos yang kemudian dikemas. Rendemen yang dihasilkan menjadi kompos hanya sekitar 60% dari total sampah yang ada. Prosesing ini membutuhkan waktu setidaknya 7 hari, sehingga setidaknya akan dihasilkan 3.6 ton kompos/minggu. Diungkapkan bahwa di UPT Kompos tidak menutup kemungkinan untuk terjadi diversifikasi produk sampah seperti tray organik, pot organik serta biopestisida. Pada beberapa waktu yang lalu ia juga mendapatkan tawaran dari tamu yang berasal dari Jerman yang berkunjung untuk kegiatan biokonversi dengan diawali kegiatan workshop sekitar bulan November 2005. [nok]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID