Prasetya Online

>

Berita UB

Pelatihan Tata Cara Berwudu Yang Benar dan Shalat Yang Sempurna

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 03 Desember 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 11314

Pelatihan Tata Cara Berwudu Yang Benar dan Shalat Yang Sempurna
Pelatihan Tata Cara Berwudu Yang Benar dan Shalat Yang Sempurna

Sebanyak 1200 sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) mengikuti Pelatihan Tata Cara Berwudlu Yang Benar dan Shalat Yang Sempurna Untuk Mencapai Shalat Khusyu di Samantha Krida, Senin (3/12). Pelatihan ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Agama (PPA) dalam rangka membentuk budi pekerti luhur warga UB yang berkarakter.

M Subky Hasby MAg selaku Ketua Pelaksana menyampaikan tujuan diselenggarakan pelatihan ini selain untuk meningkatkan keimanan juga sebagai implementasi dari mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Selama ini mahasiswa hanya mendapatkan mata kuliah PAI sebanyak 3 SKS sedangkan masa kuliah mencapai empat tahun, sehingga perlu adanya pembinaan yang lebih kepada mahasiswa salah satunya dengan pelatihan ini,” ungkapnya.

Ketua PPA Prof Dr Tohir Luth MA, berharap dengan adanya pelatihan ini para peserta bisa lebih memaknai aktifitas shalat sebagai aktifitas ibadah yang rutin dilakukan hanya karena Allah bukan sebatas memenuhi kewajiban saja.

“Niat karena Allah menjadikan shalat yang dilakukan akan menghasilkan pribadi yang shaleh baik secara pribadi maupun sosial,” ungkapnya.

Peserta pelatihan kemudian mendapatkan teori dan praktek yang dibimbing oleh Ustad H. Ahmad Tefur Sayidi, S.Si dari Tim 27 IMITRA Training Center Indonesia.

Ustad Ahmad menyampaikan bahwa shalat berjamaah di masjid merupakan sebuah amalan yang tidak boleh ditinggalkan karena merupakan perintah Allah dan Rasulullah.

“Shalat berjamaah di masjid pahalanya berlipat ganda, setiap langkah ke masjid dalam keadaan berwudhu akan ditingkatkan satu derajat dan diampuni satu dosa, sekaligus didoakan para malaikat,” ungkapnya.

Pada sesi praktek peserta dibimbing untuk melakukan tata cara wudhu yang dicontohkan Rasulullah mulai dari niat, membaca basmallah, membasuh telapak tangan, berkumur-kumur, menghirup air, membasuh wajah, membasuh kedua tepalak tangan, mengusap kepala dan kedua telinga, serta membasuh kedua kaki yang masing-masing dilakukan tiga kali dan urutan berwudhu harus tertib.

“Niat dilakukan dalam hati disertai ucapan dan dahulukan anggota bagian kanan saat berwudhu,” jelas Ustad Ahmad.

Sedangkan pada sesi praktek shalat peserta dibimbing mulai dari posisi berdiri menghadap kiblat dengan pandangan ke arah tempat sujud, saat angkat tangan posisi jari lurus ke atas setinggi telinga bersamaan takbir dan sedekap diatas dada dengan jari-jari kanan mengenggam hasta kiri.

Posisi ruku didahului dengan angkat tangan dan takbir. Telapak tangan pada lutut dengan jari-jari terbuka dan meratakan punggung. Posisi sujud tangan menyentuh lantai terlebih dahulu, kemudian jari-jari tangan ke arah kiblat dan rapat. Telapak kaki tegak, hidung menempel ke lantai sedangkan tangan sejajar telinga.

Posisi duduk iftirasy (tahyat awal) duduk diatas telapak kaki kiri, menegakan telapak kanan dan jari-jari menghadap kiblat. Saat isyarat telunjuk arahkan ke kiblat. Ibu jari diatas jari tengah dengan pandangan ke jari telunjuk. Sedangkan duduk tawaruk (tahyat akhir) posisinya duduk diatas lantai dengan menegakan telapak kaki kanan dan njari-jari kaki menghadap kiblat. Gerakan shalat ditutup dengan salam dengan berpaling ke kanan sampai pipinya terlihat begitupun saat berpaling ke kiri. [rian]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID