Prasetya Online

>

Berita UB

Pelatihan Penyusunan Dokumen Pengelolaan Laboratorium

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ronnysetiantoko pada 23 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 244

Prof. Dr. Ir. Suhardjono, MPd., Dipl.He., memberikan materi dalam Pelatihan Penyususnan Dokumen Pengelolaan Laboratorium
Prof. Dr. Ir. Suhardjono, MPd., Dipl.He., memberikan materi dalam Pelatihan Penyususnan Dokumen Pengelolaan Laboratorium
Pelaksana program pengalihan atau inpassing dari jabatan fungsional tertentu diluar dosen seperti Arsiparis, PLP, Pranata Laboratorium, Perawat, Analis Keuangan dan lain-lain, sudah ditangani sejak lima atau enam tahun yang lalu dan UB menjadi contoh nasional karena keberhasilan dengan penangananan PLB, sehingga beberapa Universitas pada saat melaksanakan kenaikan pangkat dilewatkan Brawijaya. Demikikan diungkapkan Prof. Dra. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D., dalam kegiatan  "Pelatihan Penyusunan Dokumen Pengelolaan Laboratorium Kegiatan Dalam Rangka Persiapan Inpassing Jabatan Fungsional Khusus Pranata Laboratorium Pendidikan Bagi Tenaga Laboran, Teknisi dan Analis di Lingkungan Universitas Brawijya" pada Senin (20/11/2017) di Aria Hotel Gajayana.

"Dengan  program pengalihan ini Rektor memberikan kebijakan melalui Warek I yaitu bahwa semua analis Laboran maupun teknisi itu harus dipindahkan menjadi PLP dan waktunya hanya dibatasi sampai 2018. Setelah itu mereka yang tidak mau pindah maka mereka akan menjadi tendik. Padahal banyak kelebihan PLP ini, dia bisa naik pangkat tiap dua tahun sekali bila orangnya rajin dan mau membuat laporan, " jelas Fatchiyah.

Ditambahkan Fatchiyah, teknisi laboran maupun analis di UB sudah cukup baik dan rajin dalam pekerjaannya dan juga proyek-proyek penelitian di UB maupun layanan terhadap luar juga terbilang sangat banyak, tinggal kelemahannya adalah dalam pembuatan laporan.

"Yang kita didik saat ini adalah pembuatan laporan. Termasuk tadi karena banyak dokumen yang harus dipersiapkan untuk berpindah ke PLP sehingga nanti bagian kepegawaian tinggal mengecek kekurangannya apa atau kalau kebanyakan ya kita kembalikan untuk nanti naik pangkatnya, yang kita arahkan selama ini pendidikan seperti ini sudah berjalan baik di UB dan itu membantu sekali untuk para PLP naik pangkat," jelasnya.

Diharapkan kedepan karena PLP adalah satu bagian dari kemajuan Brawijaya secara keseluruhan terutama dalam peningkatan publikasi ilmiah, maka diharapkan para peneliti juga memasukan nama mereka yang aktif karena mereka membutuhkan publikasi-publikasi walaupun anggota dari publikasi tersebut. Hal itu untuk pembelajaran mereka dan juga penghargaan mereka yang telah melakukan kerja keras selama ini.

"Sehingga PLP ini bukan hanya "konco wingking" tetapi juga satu aset universitas yang harus diperdayakan secara maksimal dan juga diberi tempat yang bagus oleh lab-lab yang bersangkutan," harap Fatchiyah.

Senada dengan Fatchiyah, Warek I UB Prof. Dr. Ir. Kusmartono yang hadir untuk membuka kegiatan juga menilai bahwa UB ini kedepannya akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dari laboratorium melalui pengembangan alat-alatnya. Dia menilai peran PLP sangat strategis didalam mengaktualisaisi keberadaan peralatan yang telah dan akan diadakan oleh UB.

"Pelatihan ini sebenarnya untuk para petugas laboratorium fungsional agar mereka tidak hanya mengerjakan tugas-tugas laboratorium saja tetapi  juga meresume/meringkas hasil-hasil yang sudah dilakukan dalam bentuk suatu laporan untuk mereka gunakan dalam kenaikan pangkat sehingga dalam kegiatan ini memang sangat bagus untuk bisa melatih mereka," ujar Kusmartono.

Kegiatan pelatihan sendiri diikuti kurang lebih 121 peserta dan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan pemateri-pemateri seperti Prof. Dr. Ir. Suhardjono, MPd., Dipl.He., Dr. Toto Himawan, SU., serta Ir. Wijono, MT., Ph.D. [ronny/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID