Prasetya Online

>

Berita UB

Peksiminas VIII: Mahasiswa Unibraw Meraih Emas

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 16 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2894


Selamat pagi Indonesia, seekor burung mungil mengangguk, dan menyanyi kecil buatmu. Akupun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu, dan pergi untuk mewujudkan setiaku kepadamu. Dalam kerja yang sederhana, bibirku tak bisa mengucapkan kata-kata yang sukar. Dan tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal. Selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah, di mata para perempuan yang sabar, di telapak tangan yang membantu para pekerja jalanan. Kami telah bersahabat dengan kenyataan, untuk diam-diam mencintaimu. Pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu. Agar tak sia-sia kau melahirkanku.
Demikian sepenggal puisi karangan Sapardi Djoko Damono yang dibacakan oleh Maria Agustina Mamahit pada Peksiminas VIII tahun 2006 beberapa waktu lalu. Puisi Selamat Pagi Indonesia, puisi Asmaradana buah karya Goenawan Mohammad, dan puisi Membaca Tanda-tanda karya Taufiq Ismail, telah menghantarkan mahasiswa Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya itu dalam menyumbangkan emas bagi kontingen Jawa Timur di Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Tingkat Nasional yang berlangsung pada 6-12 September 2006 di Makassar .
Grace, demikian perempuan cantik yang memiliki hobi membaca puisi ini dipanggil, mampu menggetarkan para penonton yang memenuhi aula Universitas Islam Negeri Makassar tempat lomba membaca puisi dilakukan. Sebelum maju di tingkat nasional, Grace terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat daerah yang berlangsung di Universitas Negeri Malang pada Juli 2006. Dewan juri pada lomba membaca puisi Peksiminas VIII yaitu Jose Rizal Manoa seorang sutradara, Udin Palisuri seorang penyair dan Ahmadun salah seorang putra daerah Makassar. Kriteria penilaian lomba meliputi pemahaman dan penghayatan, teknik penyajian seperti teknik vokal, artikulasi, jeda, dan intonasi, serta penampilan.
Peksiminas merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan sejak 1991. Peserta lomba adalah para mahasiswa yang berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. Peserta Peksiminas ke VIII kali ini diikuti oleh 29 propinsi. Tangkai lomba yang dipertandingkan sebanyak 16 yaitu seni lukis, komik strip, fotografi, poster/desain grafis computer, tari, monolog, baca puisi, penulisan puisi, penulisan cerpen, penulisan lakon, nyanyi pop, nyanyi keroncong, nyanyi dangdut, nyanyi seriosa, vokal grup, dan film pendek. [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID