Prasetya Online

>

Berita UB

Partisipasi Indonesia dalam Group of 20 (G20)

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 09 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 738

Seminar G20
Seminar G20
Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bergabung dalam G20. Mengapa Indonesia dapat menjadi anggota G20? Pertanyaan tersebut dibahas melalui seminar Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan FTA Indonesia dengan Negara Mitra. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Lab Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pada Rabu (28/2/2018) di Hotel Atria, Malang.Turut serta sebagai pemateri, antara lain : Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si; Kasubdit Ekonomi dan Keuangan Internasional, Direktorat Pembangunan Ekonomi Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri RI, Lynda K. Wardhani; Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. Rizal Edwin Manangsang; Ketua Delegasi Indonesian Youth Diplomacy (IYD), Biondi Sanda Sima; dan Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Eva Wishanti, S.IP, M.Si; serta dimoderatori oleh Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Gris Sintya Berlian, S.Hub.Int., MA.

Rizal menjelaskan bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN dan mewakili suara negara berkembang dalam forum G20. "Dengan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil diantara negara anggota G20, sangat penting bagi Indonesia untuk mengoptimalkan keanggotaannya di forum tersebut. Karakter ekonomi Indonesia yang terbuka sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi global yang merupakan area kerjasama G20," Jelas Rizal.

Interaksi yang kuat dengan para pemain ekonomi utama dunia, tambah Rizal, menjadikan Indonesia sebagai salah satu key player yang ikut menentukan kebijakan perekonomian global, dan pada gilirannya akan mampu mengantisipasi spillover effect kebijakan fiskal/moneter negara lain terhadap Indonesia.

Sejalan dengan Rizal, Biondi sependapat bahwa Indonesia layak tergabung dalam G20. "Populasi di Indonesia termasuk banyak yang sejalan dengan tenaga kerja yang produktif sehingga mempengaruhi faktor produksi yang signifikan dengan daya beli yang besar pula," imbuhnya.

Indonesia dapat masuk G20 karena negara yang Multilateral. Begitu yang dijelaskan Eva dalam forum diskusi. "Contohnya adalah perdangangan. Indonesia berpeluang dan menerapkan prinsip multilateral yang mempertemukan pebisnis. Banyaknya start up yang berkembang dan usaha-usaha lainnya memperkecil krisis global," Tutur Eva.

Menurut Linda, dengan Indonesia sebagai satu-satunya negara ASEAN yang tergabung dalam G20, otomatis kepentingan negara-negara di Asia Tenggara juga tersuarakan. "Selain itu, anak muda perlu berkontribusi dalam G20, salah satunya dalam bentuk pemberian rekomendasi," Jelas Linda

Selain itu, menurut Jumain, Indonesia memiliki modal politik dan Sumber Daya Alam yang dapat dijadikan tolak ikur kesejahteraan dunia. Dari sudut pandang Perguruan Tinggi, perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). "Kurikulum pendidikan perlu untuk mengikuti perkembangan globalisasi," Tambah Jumain [Afwega/vicky]

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID