Prasetya Online

>

Berita UB

Panduan Bijak Mengarungi Jaman Now Ala Akh. Muwafiq Saleh

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 23 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 482

Bedah Buku The Power of Wisdom
Bedah Buku The Power of Wisdom
"Disaat ilmu dianggap sebagai sesuatu yang netral maka kebaikan akan sama dengan keburukan dan kebenaran akan menjadi sesuatu yang sulit ditemukan hingga akhirnya ketidakbenaran menjadi kebenaran." Seperti yang disampaikan oleh Akhmad Muwafiq Saleh, S.Sos, M.Si dalam peluncuran sekaligus bedah buku karyanya, The Power of Wisdom-Panduan Bijak Mengarungi Jaman Now.  Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/02/2018) bertempat di Masjid Raden Patah, Universitas Brawijaya.

Buku ini merupakan kumpulan kalimat bijak sebagai pemaknaan terhadap peristiwa harian. "Sesungguhnya setiap hari Allah memberikan pesan kepada hamba-Nya melalui peristiwa-peristiwa harian yang baik maupun yang buruk dan manusia diharapkan mampu memaknainya dengan tepat", ujarnya.

Menurut Muwafiq, ilmu tidak bebas nilai dan tidak netral, karena ilmu membawa kebaikan dan keburukan. "Netral diumpamakan sama dengan nol, sehingga ketika ilmu dikatakan netral, maka kebaikan akan disamakan dengan keburukan. Itu adalah hal yang salah, karena kebaikan tidak akan pernah sama dengan keburukan", jelas Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UB ini.

The Power of Wisdom merupakan buku ke-9 karya Akh. Muwafik Saleh dan merupakan buku ke-2 yang diluncurkan pada tahun 2018 setelah Buku "Negeri Yang Tercabik - Dari Nusantara

Hingga Andalusia" yang merupakan kumpulan kisah perjalanannya berkeliling Nusantara Indonesia hingga Andalusia Spanyol.

Muwafik berpesan bahwa setiap makhluk yang hidup memiliki masalah, tapi Allah memberikan masalah (ujian) kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya dan bagaimana manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki akal dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut. "Masalah timbul dari hati yang bernoda, sehingga manusia memerlukan obat hati dengan membaca Al-Qur'an dan menghadiri Majlis Taklim serta mendatangi Masjid yang merupakan rumah sakit hati. Muwafik menutup acara dengan memberikan kesimpulan bahwa Zaman Now penuh dengan dinamika problematika, bersikaplah bijak dan dewasa dalam mengarunginya", pesannya. [vicky]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID