Prasetya Online

>

Berita UB

Pagelaran Tari Topeng Malangan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6863

Tari topeng Malangan
Tari topeng Malangan
Tari topeng Malangan, juga digelar oleh Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Sabtu (26/2) di lapangan Rektorat, di sela-sela pertunjukan wayang Jedong. Sejarah tari topeng Malangan diyakini berasal dari kerajaan Kediri pada zaman kepemimpinan Prabu Airlangga. Menurut penuturan seniman senior Malang Mbah Karimun, sejarah tari topeng Malangan sudah berkembang pada masa kerajaan Kanjuruhan. Berbeda dengan Kediri yang menggunakan topeng dari kayu, topeng Kanjuruhan menggunakan bahan dasar batu.
Ketua panitia kegiatan, Fany Setiawan, mengatakan pertunjukan tari ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kaum muda akan tari topeng Malangan dan menggugah mereka untuk mencintai seni budaya yang semakin langka keberadaannya. Tari yang dipertunjukkan yaitu Tari Beskalan Putri, yang merupakan tari pembuka suatu kegiatan. Dahulu kala tarian ini digunakan untuk mengumpulkan orang-orang agar hadir dalam suatu acara. Berikutnya adalah tari Beskalan Patih. Berbeda dengan Beskalan Putri yang kesemua penarinya adalah wanita, Beskalan Patih dibawakan oleh laki-laki. Tarian ini menggambarkan kelahiran seorang manusia di muka bumi dan menggambarkan para prajurit yang melakukan latihan keprajuritan. Tari Bapang yang disuguhkan oleh penari Mbah Karimun juga dipertunjukkan. Tarian ini berasal dari legenda tentang kemarahan dan keiklasan dua orang bersaudara yang memperebutkan seorang wanita untuk dijadikan istri. Tari terakhir yaitu tari Jaranan yang dibawakan oleh penari Pak Wito Warok Edan. [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID