Prasetya Online

>

Berita UB

PTIIK UB Jajaki Kerjasama dengan Universitas La Trobe

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 06 November 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 3798

Wenny Rahayu BSc, MInfo Tech, PhD, MIEEE
Wenny Rahayu BSc, MInfo Tech, PhD, MIEEE
Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (PTIIK UB) tengah melakukan penjajakan kerjasama Internasional dengan Universitas La Trobe, Australia. Sebagai langkah awal, PTIIK UB melakukan rapat pimpinan dengan perwakilan Universitas La Trobe, Jumat (2/11), di Ruang Pertemuan Gedung A PTIIK UB.

Dalam pertemuan ini PTIIK UB diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik Ir. Heru Nurwarsito, M.Kom, Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan Himawat Aryadita, ST., M.Sc dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Edy Santoso, S.Si., M.Kom, serta para kepala laboratorium PTIIK UB. Sedangkan Ketua PTIIK UB Ir. Sutrisno, MT tidak dapat hadir dikarenakan harus melakukan perjalan dinas ke luar kota. Sementara itu dari pihak Universitas La Trobe diwakili oleh Associate Professor Wenny Rahayu BSc, MInfo Tech, PhD, MIEEE selaku Ketua Jurusan Ilmu dan Teknik Komputer, Fakultas Sains Teknologi dan Teknik.

Edy yang menjadi moderator pada kesempatan itu membuka rapat dengan memaparkan maksud dan tujuan diadakannya rapat tersebut. Yaitu untuk menjajaki segala kemungkinan skema kerjasama yang bisa dijalin antara PTIIK UB dan Universitas La Trobe. Kemudian dilanjutkan pemaparan singkat tentang PTIIK UB oleh Wakil Ketua I dan II PTIIK, antara lain macam program studi yang dimiliki PTIIK UB, jumlah dosen, fasilitas pendukung yang tersedia di PTIIK UB serta berbagai prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa PTIIK UB. Setelah itu Wenny juga memberikan paparan mengenai  gambaran singkat tentang Universitas La Trobe, khususnya tentang Fakultas Sains, Teknologi dan Teknik.

Dari gambaran singkat yang telah dipaparkan oleh PTIIK UB dan Universitas La Trobe University kemudian mulai dibahas bagaimana skema kerjasama yang mungkin untuk diterapkan di PTIIK UB. Wenny menjelaskan bahwa kemungkinan kerjasama yang bisa dijalin bisa dalam berbagai bentuk antara lain, pertukaran mahasiswa untuk program undergraduate (S1), atau program double degree untuk S2. Selain itu, ditawarkan juga program kerjasama yang berupa workshop jarak jauh melalui teleconference dan kerjasama research (penelitian).

"Skema kerjasama yang mungkin bisa diterapkan di PTIIK dan yang pernah kita lakukan sebelumnya ada program double degree untuk S2, atau pertukaran mahasiswa juga bisa untuk program undergraduate (S1). Kita juga bisa bantu untuk research atau workshop jarak jauh kalau di sini sendiri sudah ada sarana prasarananya," jelas Wenny.

Meski demikian proses terlaksananya kerjasama ini masih harus melewati beberapa proses antara lain; penyesuaian kurikulum atau mata kuliah yang diberikan di PTIIK UB dan Universitas La Trobe. Hal ini perlu dipertimbangkan agar nantinya kerjasama ini dapat terjalin baik, dengan tetap mengindahkan standar yang berlaku di Indonesia yang telah ditetapkan DIKTI.

"Sebelumnya kita bisa melakukan pemetaan mata kuliah terlebih dahulu, sehingga seumpama dilakukan kerjasama double degree dan mahasiswa harus membagi waktu belajarnya di PTIIK UB dan di La Trobe, semisal 3 tahun di UB 1 tahun di La Trobe, materi yang diberikan bisa tetap sinkron," ujar Wenny.

Rapat tersebut juga diwarnai tanya jawab dari para peserta rapat, dan akhirnya ditutup dengan kesepakatan bahwa pihak La Trobe University akan memberikan penawaran MoU kepada PTIIK, untuk kemudian dipelajari dan ditetapkan jenis kerjasama apa yang akan dijalin oleh kedua belah pihak. Diharapkan dengan kerjasama ini nantinya PTIIK UB bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi seluruh mahasiswanya. [dna/ai]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID