Prasetya Online

>

Berita UB

PSPK UB dan Bupati Tuban Panen Garam di Musim Hujan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 02 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 614

Panen gram oleh PPSK di Tuban
Panen gram oleh PPSK di Tuban
Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya (PSPK UB) bersama Bupati Kabupaten Tuban, Fathul Huda, melakukan Panen Raya Garam Rabu, (26/12/2018) di Desa Leranwetan, Kecamatan Palang. Panen raya ini merupakan panen garam dengan memanfaatkan metode Green House Tunnel. Metode ini adalah metode produksi garam yang memanfaatkan teknologi rumah kaca kristalisasi garam. Penerapan metode ini memungkinkan produksi garam dilakukan sepanjang tahun termasuk dalam musim penghujan.

Berbagai pihak ikut menghadiri dan menyaksikan Panen Raya Garam di musim hujan ini. Selain dihadiri oleh unsur pemerintah daerah dan masyarakat petambak garam Tuban, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, PT. Kencana Tiara Gumilang (KTG) dan peneliti serta mahasiswa dari Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya.

Metode produksi garam dengan Green House Tunnel merupakan metode yang diadopsi oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban dari hasil penelitian terkait produksi garam yang dikembangkan sebagai hasil kerjasama antara PSPK UB, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Propinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, PT. Kencana Tiara Gumilang dan Kelompok Petambak Garam di Desa Leranwetan.

Fathul Huda menjelaskan mengenai konsep teknologi Green House Tunnel dari Ketua PSPK UB Andi Kurniawan. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB ini menjelaskan bahwa penerapan teknologi Green House Tunnel bisa membuat produksi garam tetap dapat dilakukan pada saat musim hujan. Produksi ini benar-benar melakukan semua proses produksi di musim hujan, bukan sekedar mengkristalkan air tua yang diproduksi di musim kemarau pada saat musim hujan. Dengan menerapkan teknologi ini dan menggabungkannya dengan strategi produksi garam sepanjang tahun, maka produksi garam yang bisa didapatkan adalah 164 ton pertahun, lebih banyak sekitar 60 sampai 80 ton dari produksi garam dengan metode konvensional.

Kualitas garam yang dihasilkan dapat mencapai kadar NaCl sebesar 98%. Break Even Point (BEP) dari pembuatan tunnel akan dicapai kurang dari satu tahun dengan ketahanan bangunan konstruksi bisa mencapai tiga sampai lima tahun.

Setelah mendapatkan penjelasan dari PSPK UB, Fathul Huda berdialog dengan petambak garam yang menerapkan pengembangan inovasi teknologi tersebut. Dia memastikan bahwa para petambak garam mampu menerapkan dan mendapatkan keuntungan secara ekonomi. Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada peneliti PSPK UB, Diskandak Tuban dan para pihak terkait atas dikembangkannya metode ini di daerah Tuban dan berharap ini bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Perwakilan dari KKP, Freude T. P. Hutahaean, mengatakan bahwa program pengembangan metode Green House Tunnel di Tuban ini adalah contoh yang sangat baik dari bagaimana unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri dan masyarakat bekerja sama untuk mengembangkan inovasi yang bisa menyelesaikan salah satu permasalahan utama produksi garam di Indonesia.

M. Amenan selaku kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban dan penggagas penerapan teknologi Green House Tunnel di Desa Leranwetan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan dan penerapan teknologi ini. M. Amenan juga menambahkan bahwa pengembangan teknologi ini adalah wujud usaha Diskandak Tuban untuk menerjemahkan visi misi dan arahan dari Bupati Tuban untuk mengembangkan penerapan teknologi dan inovasi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tuban. Ditempat yang sama, Slamet Budiono - Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur berharap penelitian dan pengembangan metode Green House Tunnel terus dilakukan. Dirinya dan DKP Jatim akan bersinergis untuk turut mendukung pengembangan dan penerapan teknologi ini demi meningkatkan kualitas dan kuantitias produksi garam di Jawa Timur.[*/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID