Prasetya Online

>

Berita UB

PKAK UB Adakan Bimbingan Teknis untuk Cegah Korupsi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 28 October 2014 | Komentar : 0 | Dilihat : 4816

Ketua PKAK UB Prof. Dr. Sjamsiar Sjamsuddin
Ketua PKAK UB Prof. Dr. Sjamsiar Sjamsuddin
Korupsi di Indonesia diibaratkan seperti gunung es. Yang tampak dari luar hanya sebagian kecil saja, padahal yang tidak terlihat karena terendam laut sangat besar. Demikian dikatakan Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (PKAK) Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Sjamsiar Sjamsuddin dalam acara Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PKAK Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB ini digelar Senin (27/10), di Gedung B Lantai 2 Ruang Seminar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB.

Menurut Prof. Sjamsiar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kewalahan karena harus menindak pelaku korupsi berdasarkan bukti, minimal ada dua bukti yang dapat dikonfirmasi. "Banyak kasus yang terpaksa berhenti karena kurangnya bukti," ucapnya.

Ia menjelaskan, korupsi sulit dibasmi dan semakin merajalela diantaranya karena peraturan perundangan belum memadai, lemahnya law inforcement, kurangnya keteladanan dan kepemimpinan, serta sistem penyelenggaraan negara, pengelolaan dunia usaha, dan masyarakat yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip good governance. "Untuk itu strategi terbaik pemberantasan korupsi adalah dengan pencegahan," katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu dan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Batu. Saat membuka acara, Dekan FIA Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS mengatakan, Kota Batu dikenal bersih baik dari sisi akuntabilitas maupun administrasi. "Kegiatan ini merupakan ajang yang baik untuk saling berdiskusi dan sharing pengalaman mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Saya harap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk masing-masing SKPD," tutur Prof. Bambang.

Dalam kesempatan ini Prof. Bambang Supriyono, MS juga memberikan materi "Rencana Aksi Nasional dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi". Selain itu, Prof. Dr. Agus Suryono, MS membawakan materi "Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran pada Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi", dan Dr. Romi Hermawan, S.Sos., M.AP menyampaikan materi "Pelayanan Satu Pintu dengan Sistem IT untuk Pencegahan Korupsi".

Setelah kegiatan ini, pada hari Selasa (28/10), para peserta akan melakukan kunjungan kerja ke Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar. Kunjungan ini dilakukan selama dua hari. "Pelayanan di tempat tersebut dikenal transparan dan akuntabel, semoga kunjungan ini dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari sehingga pencegahan dan pemberantasan korupsi dapat dimaksimalkan," pungkas Prof. Sjamsiar. [Irene]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID