Prasetya Online

>

Berita UB

PETRIK : Limbah Batang Pisang untuk Urban Farming

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 23 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 48

PETRIK, Solusi Urban Farming Ramah Lingkungan
PETRIK, Solusi Urban Farming Ramah Lingkungan
Kabupaten Malang merupakan wilayah produsen pisang tertinggi di Jawa Timur. Dengan kontribusi sebesar 690.136 ton, tingginya produksi ini juga berbanding lurus dengan banyaknya limbah batang pisang yang tidak di manfaatkan. Hal ini yang mendasari lima orang mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya membuat media tanam berbahan dasar batang pisang.

Adalah Firdausi (Fakultas Pertanian 2016), Siti Halimah (Fakultas Pertanian 2014), Nabilah (Fakultas Pertanian 2016), Dial Juliansyah (Fakultas Pertanian 2016) dan Andri Saputro (Fakultas Pertanian 2015), yang menggagas media tanam organik ramah lingkungan bernama PETRIK. Dibawah bimbingan Sisca Fajriani, SP.,MP mereka membuat perangkat tanam yang komplit berisi media tanam, media semai dan wadah untuk menanam sehingga memudahkan dalam kegiatan budidaya tanaman sebagai bentuk Program Kewirausahaan Mahasiswa kategori Kewirausahaan.

Berdasarkan penelitian, batang pisang diketahui mengandung unsur penting yang dibutuhkan tanaman, seperti Nitrogen, Fosfor dan Kalium. Batang pisang juga dikenal memiliki berbagai senyawa penting yang bermanfaat menyuburkan pertumbuhan bulu akar untuk penyerapan unsur hara tanaman.

Untuk dijadikan media tanam, dijelaskan Halimah, batang pisang harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. "Batang pisang di cacah, kemudian dicampurkan nutrisi. Setelah itu baru dipadatkan dan di kemas untuk kemudian dipasarkan. Selain itu juga sudah di sterilisasi, sehingga bebas hama penyakit", terangnya.

Selain sebagai media tanam dan mengurangi limbah, PETRIK juga dapat digunakan sebagai solusi urban farming di wilayah perkotaan. "Keunggulan PETRIK antara lain tidak membutuhkan lahan luas, mudah perawatannya, ramah lingkungan, dapat ditanami beberapa jenis sayuran juga bernilai estetika tinggi", imbuh Halimah.

Melalui PETRIK, kelompok ini berharap dapat mengembangkan upaya pemanfaatan limbah batang pisang secara profesional. "PETRIK dapat memberikan dampak positif untuk mewujudkan program urban farming yang digagas pemerintah secara berkelanjutan. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai jual produk lokal" pungkasnya.

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID