Prasetya Online

>

Berita UB

P3AP Ajak Guru Bisa Menulis

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 30 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 530

Kurniawan Muhammad menjelaskan cara penulisan artikel untuk media massa
Kurniawan Muhammad menjelaskan cara penulisan artikel untuk media massa

Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional (P3AP) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Workshop Penulisan Naskah di Jurnal Ilmiah dan Media Massa. Kegiatan ini ditujukan bagi Guru Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Umum, Sabtu (27/4/2019). Hadir sebagai narasumber Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dan Editor-in-Chief Erudio Journal of Educational Innovation (EJEI) Aulia Luqman Aziz, S.S,S.Pd,M.Pd.

Pada kesempatan itu, Ketua P3AP Dr. Wuryansari Muharini,M.Si mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam menulis baik di media massa maupun jurnal ilmiah. Keduanya bisa memberikan kredit untuk sertifikasi. Khusus untuk kemampuan menulis di jurnal ilmiah, akan sangat membantu bagi mereka yang sedang menempuh studi lanjut program master.

Selain itu, P3AP sendiri menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperkenalkan EJEI atau sering disebut Erudio kepada para guru. " Selama ini baru dosen saja yang mengisi ," katanya.

Erudio sebagaimana namanya mengambil topik inovasi pendidikan. Ia berharap tenaga pendidik mulai tingkat dasar bisa berbagi pengetahuan mengenai inovasi pembelajaran di ranahnya masing-masing. Hal tersebut bisa menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik lainnya.

Sedangkan, pembicara untuk penulisan di media massa, Kurniawan Muhammad, mengatakan, ketika pertama kali menulis jangan terpaku dengan aturan-aturan penulisan. Setelah tulisan jadi baru lakukan pengeditan. Karena menulis di media massa selain dituntut menggunakan bahasa yang lugas, dan efektif juga mesti mengalir seperti air. Tujuannya agar pembaca bisa nyaman membaca.

Ia berpesan untuk menjadi penulis yang hebat, awali dulu dengan menjadi pembaca yang hebat. Ia merekomendasikan penulis awal untuk membaca cerpen atau novel yang memiliki nilai sastra. "Itu latihan saya saat pertama belajar menulis," ucapnya. [siti-rahma]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID