Prasetya Online

>

Berita UB

Okada Ali, Mahasiswa Program BIPA FIB UB asal Jepang Menjuarai Beberapa Kompetisi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 06 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 168

Ali juara lomba essay di Sanata Dharma Yogyakarta
Ali juara lomba essay di Sanata Dharma Yogyakarta
Okada Ali, mahasiswa asal Tokyo, Jepang, sangat tertarik dengan bahasa dan budaya Indonesia. Pada saat ini, Okada Ali sedang menempuh program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Divisi Bahasa, Lab Ilmu Humaniora, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) selama 1 tahun. Ali, panggilan akrab Okada Ali, merupakan mahasiswa Program Studi Kajian Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies yang saat ini menyelesaikan semester 4, namun Ali mengambil cuti selama 1 tahun untuk belajar Bahasa Indonesia di FIB UB.

Selama belajar BIPA di FIB UB, pada bulan November 2017, Ali menjuarai 3 kompetisi. Juara yang diraih oleh Ali antara lain: Juara 3 Lomba Essay di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Juara 3 Lomba Pidato dalam International Student Summit (ISS) di Universitas Diponegoro, Juara Favorit Lomba Pidato di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Juara 3 Lomba Essay di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Pada tanggal 11 November 2017, Ali mendapatkan juara 3 dalam lomba Essay yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Lomba essay tersebut diadakan secara online dengan pengumpulan naskah mulai tanggal 5 Agustus 2017 sampai dengan 1 Oktober 2017. Lomba tersebut hanya diperuntukkan bagi orang asing yang belajar Bahasa Indonesia di seluruh dunia.

Tema pada lomba essay tersebut adalah "Belajar di Negeri Orang, Berkembang dalam Keberagaman". Ali mengambil judul "Menikmati Warisan Indonesia Lewat Keberagaman Kuliner" untuk essay yang dia tulis. Dengan bimbingan dari Nia Budiana, M.Pd. selaku dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UB, Ali berhasil mendapatkan juara 3. "Saya merasa senang, ini pertama kali saya menulis essay Bahasa Indonesia, jadi tidak menyangka akan mendapatkan juara," ungkap Ali. Untuk selanjutnya, Ali akan terus belajar bahasa Indonesia dan dia berkeinginan untuk mengikuti lomba pidato.

Ali juara III ISS di Undip
Ali juara III ISS di Undip

Juara 3 Lomba Pidato dalam International Student Summit (ISS) di Universitas Diponegoro

Selanjutnya, Ali mengikuti lomba pidato pada acara International Student Summit (ISS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dikti) serta Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada Selasa sampai Kamis (14-16/11/2017). Acara ini bertujuan untuk perkenalan mahasiswa asing di Indonesia.

Pada acara lomba pidato Bahasa Indonesia yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai negara ini, Ali mendapatkan juara ke-3 setelah peserta dari Brazil dan Thailand menempati posisi 1 dan 2. Dengan naskah yang ditulis sendiri, dalam pidatonya Ali menyampaikan cara mengatasi rasa kangen selama di luar negeri, yaitu dengan cara mencari keluarga baru dan makanan yang cocok bagi diri sendiri.

Ali menceritakan bahwa pengalaman yang didapat dalam lomba pidato ini berbeda dengan lomba essay, karena dalam lomba pidato harus menyiapkan naskah terlebih dahulu dengan membayangkan ketika berbicara di depan orang. "Bagi saya, berpidato menggunakan bahasa Indonesia membuat saya was-was karena ini pengalaman yang pertama bagi saya. Saya takut tidak hafal naskahnya. Berbeda dengan berpidato dengan bahasa Jepang karena sudah terbiasa. Dengan lomba ini, saya bisa kenal dengan banyak mahasiswa asing, dan ini merupakan pengalaman tak terlupakan bagi saya," ungkap Ali.

Selain kategori Lomba Pidato Bahasa Indonesia, pada acara ini juga diadakan Lomba Pidato Bahasa Daerah (bahasa Jawa dan Sunda), Video Blog, dan Kompetisi Artikel Ilmiah.

Juara favorit lomba pidato di UNS
Juara favorit lomba pidato di UNS

Juara Favorit Lomba Pidato di Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pada hari Sabtu (25/11/2017), Ali mengikuti Lomba Pidato di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada acara Kompetisi Nasional Bahasa Indonesia Mahasiswa 2017. Acara ini memiliki beberapa macam kategori, antara lain lomba pidato, dongeng, resensi, dan surat dengan peserta mahasiswa WNI dan WNA dikompetisikan bersama.

Proses seleksi Lomba Pidato dilakukan melalui pengiriman video. Setelah lolos seleksi, Ali berangkat ke UNS untuk berkompetisi secara langsung dengan peserta lainnya didepan para juri. Dengan tema "keragaman budaya sebagai perekat ke-Indonesia-an", Ali mendapatkan Juara Favorit atau penghargaan khusus dalam Lomba Pidato tersebut.

Ali mempelajari tarian Indonesia
Ali mempelajari tarian Indonesia
Ali mengaku tertarik belajar Bahasa Indonesia karena ibunya berasal dari Indonesia. "Ibu saya orang Indonesia. Tetapi saya lahir dan besar di Tokyo, jadi saya kurang tahu negara Ibu saya sendiri. Oleh karena itu, saya tertarik belajar bahasa dan budaya Indonesia serta semua hal yang dekat dengan Indonesia," ungkap Ali.

Budaya Indonesia yang paling menarik bagi Ali adalah seni tari. "Saya suka bidang seni terutama tari, oleh karena itu saya belajar seni tari Indonesia" kata Ali. Sampai saat ini, Ali sudah menguasai sekitar lima tari tradisional Indonesia yaitu: tari Kebyar Duduk dari Bali, tari Topeng Malangan dari Malang, tari Saman dari Aceh, tari Jaipong dari Jawa Barat, dan tari Rudat dari Lombok. Masa waktu belajar untuk masing-masing tarian bagi Ali tergantung kesulitan tariannya. Ali belajar tari Topeng Malangan selama kurang lebih 2-3 bulan, sedangkan tari Kebyar Duduk Bali dipelajari selama satu tahun lebih.

Ali menceritakan bahwa dia belajar tari tradisional Indonesia dengan guru atau kakak kelas di Jepang yang sudah menguasai tarian sebelumnya, serta mengikuti Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (Unitantri) di UB. Ali belajar tari tradisional Indonesia mulai dari semester 1. Begitu pula dengan belajar bahasa Indonesia juga dari semester 1, mengingat di Jepang dia mengambil mata jurusan kajian Indonesia.

Tidak hanya mempelajari tari saja, tetapi Ali juga tampil menari tari tradisional Indonesia di beberapa acara misalnya festival seni di kampusnya setiap tahun. Selain itu, UKM seni tari Indonesia di Tokyo University of Foreign Studies  juga mengadakan pentas budaya Indonesia dan kalau ada undangan menari, Ali akan turut tampil dalam acara tersebut. Di Indonesia Ali juga turut tampil pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV 2017 bersama dengan Unitantri membawakan tari Rudat dari Lombok.

"Setelah selesai menjalani program BIPA dari sini dan selama tinggal di Indonesia, saya ingin menguasai tari Jawa Timur, sekarang masih belajar. Selain itu saya ingin membuat skripsi mengenai Sosiologi Agama di Indonesia", ungkap Ali. [DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID