Prasetya Online

>

Berita UB

OSMOF Alat Produksi Asam Asetat Antar Mahasiswa FTPUB Raih Emas

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 02 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 355

Bangun SatrioPambudi, Putri FitrianiSita, Faudina Nurin Nisa, dan Abida Qurrota A'Yunin
Bangun SatrioPambudi, Putri FitrianiSita, Faudina Nurin Nisa, dan Abida Qurrota A'Yunin
Asam Asetat menjadi kebutuhan utama dalam bidang Industri. Sayangnya produsen asam asetat di Indonesia masih sangat sedikit bahkan tidak ada. Berdasar latar belakang hal tersebut empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTPUB) Bangun SatrioPambudi, Putri FitrianiSita, Faudina Nurin Nisa, dan Abida Qurrota A'Yunin membuat alat bernama One Stage Molase Fermentor (OSMOF).

OSMOF merupakan alat pengolah molase menjadi asam asetat dalam tahap dengan integrasi an aerobic digester dan teknologi electrical resistance heating.

"Selama ini untuk menghasilkan asam asetat membutuhkan waktu produksi yang lama selamasembilan hari. Dengan adanya Osmof ini waktu produksi asam asetat yang diperlukan hanya 24 jam. Sehingga kami berharap melalui alat ini bisa meningkatkan produksi asam asetat,"kata Putri.

Dalam proses bekerjanya, molase atau tetes tebu yang diambil dari industri gula dengan penambahan mikroba anaerob atau clostridium acetobotylicum didistilasi dan dihitung kadar asam asetatnya menggunakan OSMOF.

OSMOF mengantarkan empat mahasiswa tersebut meraih emas dalamkategori Higher Institution Student bidang science, engineering, dan tecnologypada kompetisi International Invention and Innovatove Competition di Langkawi Malaysia beberapa waktu lalu. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID