Prasetya Online

>

Berita UB

Nilai Ekonomi Mangrove dan Perencanaan Wilayah Pesisir

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 22 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 480

Prof. Dr. r Nuddin Harahab, MP
Prof. Dr. r Nuddin Harahab, MP
Sumber daya pesisir seperti hutan mangrove dapat memberikan hasil dan layanan luas yang mampu menunjang sejumlah aktivitas ekonomi. Potensi ini mampu memberikan kecukupan kebutuhan hidup masyarakat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pesisir pantai merupakan bagian yang sangat penting dari pembangunan dan perekonomian. Hal ini menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Nuddin Harahab, MP yang disampaikan dalam Pengukuhan Guru Besar, Rabu (21/02/2018) di gedung Widyaloka.

Besarnya potensi ini terkadang tidak diimbangi dengan aktifitas upaya pencegahan kerusakan mangrove. Menurut Nuddin, kerusakan mangrove akan menjadi bumerang secara langsung dan tidak langsung. "Penggunaan wilayah pesisir, memiliki banyak tujuan dengan beragam aktivitas ekonomi. Dampaknya adalah ada potensi saling merugikan manakala tidak diatur keselarasannya," jelas Nuddin.

Perencanaan wilayah pesisir, jelas Nuddin, merupakan perencanaan penggunaan lahan dan perencanaan aktivitas dalam ruang wilayah tersebut. Penelitian yang dilakukan di daerah Gending, Probolinggo ini menyoroti pemanfaatan wilayah dengan beberapa manajemen. "Bisa dibagi menjadi empat, yaitu jika digunakan seluruhnya sebagai tambak intensif, dijadikan seluruhnya sebagai tambak udang-bandeng serta mangrove, jika digunakan sebagai wilayah produksi arang bakau dan jika semua wilayah untuk konservasi mangrove", ujarnya.

Melalui penelitian ini, Nuddin berharap dalam pengelolaan sumberdaya mangrove, harus memandang ekosistem mangrove. "Dengan demikian, maka keberadaan ekosistem mangrove dan nilai ekonomi yang dikandungnya, diharapkan menjadi bagian pertimbangan yang sangat penting dalam perencanaan tata ruang wilayah pesisir. Harapannya juga semakin banyak orang yang akan peduli pada nilai ekologi dan peduli terhadap lingkungan", pungkasnya. [Vicky/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID