Prasetya Online

>

Berita UB

Nakenit, Rintisan Anti Kanker yang ditemukan Mahasiswa UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 29 Mei 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 486

Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya menawarkan suatu pembaruan dalam pengobatan kanker yaitu Nakenit (nanopartikel ekstrak kenikir dan kunyit).

"Nakenit yang kami desain memiliki campuran senyawa yang ada pada kenikir dan kunyit. Sebelumnya kedua tanaman tersebut memang sudah diketahui khasiatnya sebagai anti kanker. Jadi diharapkan pencampuran keduanya dengan perbandingan tertentu dapat meningkatkan nilai anti kankernya," terang Amila Safira Putri, mewakili tim penelitiannya.

Amilia bersama dua temannya, Tri Dewi Octaviany dan Nopi Tri Wahyudi, dengan bimbingan Anna Safitri,M.Sc., Ph.D. Mereka berhasil mendapatkan pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Masyarakat (PKM) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Setelah desainn nanokenit dihasilkan, akan dilanjutkan pada uji kanker yang sesungguhnya agar tidak hanya menjadi desain tapi benar-benar mampu menjadi obat yang dapat membantu pemerintah dalam bidang kesehatan terutama dalam pengobatan kanker.

Nopi menambahkan penghantaran nanopartikel dideskripsikan sebagai formulasi suatu partikel yang terlarut pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Nanopartikel ini memiliki kemampuan untuk menembus ruang-ruang antar sel yang hanya dapat ditembus oleh ukuran partikel.

"Pada kedua tumbuhan tersebut memiliki sifat toksik sehingga dapat diguanakan untuk memprediksi keberadaan obat alam sebagai anti kanker. Lalu kami ubah menjadi nanopartikel agar mampu lebih menembus pada dinding sel kanker," imbuhnya. 

Dikatakan Dewi Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak jenis tanaman akan tetapi masih belum banyak diketahui potensinya. Untungnya kenikir dan kunyit mudah didapatkan jadi kami menggunakan tanaman tersebut serta ingin mengetahui potensi anti kanker pada tanman tersebut," ulasnya.

Kanker masih merupakan salah satu permasalahan dunia dalam bidang kesehatan. Bahkan  pada Tujuan Berkelanjutan PBB ke-3 ditekankan bahwa sepertiga kematian akibat penyakit tidak menular seperti diabetes dan kanker harus dikurangi. Menurut Badan Pusat Statistik, ada 8,2 juta kematian yang disebabkan oleh kanker pada tahun 2012 dan angka tersebut naik setiap tahunnya. [nakenit/siti-rahma]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID