Mobil Operasional BTN Syariah untuk Fakultas Teknologi Pertanian

Dikirim oleh denok pada 14 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 642

Penyerahan PPO dari BTN Syariah kepada FTP UB
Penyerahan PPO dari BTN Syariah kepada FTP UB
Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah menyerahkan satu unit mobil operasional kepada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB). Penyerahan dilakukan pada Rabu (14/02/2018) di gedung FTP UB oleh Deputi Branch Manager BTN Syariah Cabang Malang Kurnia Muhammadi kepada Rektor Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS dan Dekan Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc.

Penyerahan mobil ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Operasional (PPO) BTN Syariah yang kedua. Setahun sebelumnya, ungkap Kurnia, program yang sama juga dilakukan. Tahun ini, penyerahan mobil operasional tersebut berbarengan dengan ulang tahun BTN yang ke-68 dan BTN Syariah ke-13 yang diperingati setiap tanggal 9 Februari.

Lebih lanjut Kurnia menyampaikan, di usianya yang ke-13 tahun BTN Syariah telah mengumpulkan asset senilai Rp. 25 Triliun. "Ini mengindikasikan pertumbuhan industri rata-rata BTN Syariah cukup diperhitungkan," kata dia. Karena itu, pihaknya siap menampung aspirasi sivitas akademika UB.

Dekan FTP (paling kanan) menerima bantuan satu unit mobil dari BTN Syariah
Dekan FTP (paling kanan) menerima bantuan satu unit mobil dari BTN Syariah
Menerima satu unit mobil Toyota Hi-Ace dengan 16 tempat duduk, Dekan Sudarminto menyampaikan mobil tersebut akan digunakan untuk mendukung aktivitas mahasiswa. Di hadapan audience, yang meliputi jajaran pimpinan FTP dan Rektorat, Dekan menyatakan komitmennya untuk tidak membeli mobil menggunakan anggaran dana yang dimiliki fakultasnya. Pasalnya, anggaran yang kini tersedia lebih banyak dimanfaatkan untuk penyediaan infrastruktur laboratorium. Karena itu, bantuan operasional ini dirasanya sangat membantu dan bermanfaat dalam mendukung kegiatan mahasiswa utamanya KKN (Kuliah Kerja Nyata) Mapres (mahasiswa berprestasi) atau KKN tematik.

Sudarminto menjelaskan, KKN Mapres dilakukan ke industri kecil guna membantu masyarakat. Bahkan KKN tematik dilakukan di pedesaan ataupun kawasan tertinggal lainnya. Program ini diselenggarakan karena semakin susahnya program PKL (Praktek Kerja Lapang) di industri besar. Dengan dukungan sarana prasarana yang baik, harapannya masa studi mahasiswa menjadi lebih pendek dan lebih cepat lulus.

Salah satu kegiatan KKN Mapres dilakukan di industri minuman dan sari nanas yang merupakan binaan FTP.

Rektor Bisri dalam sambutannya menyambut baik upaya FTP untuk memanfaatkan mobil operasional ini dalam peningkatan kualitas layanan dan memperpendek masa studi mahasiswa. Sebelumnya, bantuan mobil juga diberikan untuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Peternakan. Lebih jauh, Bisri mengapresiasi sinergi UB dan BTN Syariah yang telah terwujud nyata. [Denok/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait