Prasetya Online

>

Berita UB

Meriahkan Dies Natalis ke-54, Rektor Resmikan Rumah Sakit Pendidikan UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 20 Desember 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 2590

Setelah melalui berbagai proses bahkan polemik yang cukup panjang, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) akhirnya resmi diresmikan pada Minggu (18/12). Dalam peresmian tersebut, RSUB telah mendapatkan surat izin rumah sakit bertipe C yang diterbitkan oleh Pemkot Malang. Hampir selama tujuh tahun RSUB terkendala operasional baik dari infrastruktur maupun sumber daya manusianya yang disebabkan ketidakpastian mengenai terbitnya surat izin dari pemerintah. Dengan adanya peresmian yang juga bersamaan dengan kegiatan Dies Natalis UB ke 54 tersebut, Rektor UB Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS berharap agar RSUB kedepa dapat memiliki kualitas pelayanan yang profesional serta bereputasi. " Saya sangat mengapresiasi pemerintah kota Malang, karena sejak 15 Desember lalu, Walikota telah menandatanagin perizinan RSUB. Hal ini memang kita sesuaikan agar nantinya peresmian dapat dilakukan pada 18 Desember sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis UB," ujarnya.

Dalam acara tersebut turut hadir pula Prof Ainun Ni'am PhD selaku Sekertaris Jendral Kemenristek Dikti yang didampingi oleh jajaran dari Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, serta undangan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Prof Ainun memaparkan jika RSUB ini merupakan salah satu dari enam rumah sakit akademik yang dikembangkan oleh Kemenristek Dikti. Selain rumah sakit pendidikan di UB, beberapa PTN lain juga melakukan konsep pengembangan yang sama. Diantaranya seperti Universitas Hasanudin, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Negeri Sumatera Utara serta Universitas Indonesia."Tentu besar harapan dari kami agar fasilitas rumah sakit pendidikan tersebut dapat berkontribusi dalam pengembangan riset ilmu pengetahuan dan kesehatan," tambahnya.

Sebagai rumah sakit pendidikan, UB telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti kamar tidur bagi pasien rawat inap, IGD, poli jantung, poli anak, poli kandungan, farmasi, kamar operasi hingga intensive care unit. Dengan adanya penambahan fasilitas dan pembangunan secara intensif, diharapkan pada tahun 2020 mendatang RSUB bisa menaikkan statusnya menjadi RS tipe B.

Menurut Prof Dr dr Djanggan Sargowo Sp PD, Sp JP (K),untuk menjadi RS tipe B, RSUB berencana akan mempersiapkan 320 unit tempat tidur serta pembaharuan fasilitas teknologi yang dimiliki, setidaknya diperlukan anggaran yang cukup besar dalam pengembangan tersebut. Prof Djanggan juga menginginkan jika RSUB nantinya memiliki unggulan yang menjadi pembeda dengan rumah sakit lainnya, seperti spesialisasi jantung, bedah syaraf maupun yang lain.

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID