Prasetya Online

>

Berita UB

Menuju Standar Internasional Melalui ICEL

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 26 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 870

Pemukulan Gong pada Pembukaan ICEL oleh Prof. DR. drh. Aulanni'am, DES (WR I UB) didampingi oleh Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA. (Dekan FIB UB), Dr. Ive Emaliana, M.Pd (Ketua Pelaksana ICEL), dan Dr. Sony Sukmawan, M.Pd. (Kepala Jurusan Pendidikan Bahasa FIB UB)
Pemukulan Gong pada Pembukaan ICEL oleh Prof. DR. drh. Aulanni'am, DES (WR I UB) didampingi oleh Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA. (Dekan FIB UB), Dr. Ive Emaliana, M.Pd (Ketua Pelaksana ICEL), dan Dr. Sony Sukmawan, M.Pd. (Kepala Jurusan Pendidikan Bahasa FIB UB)

International Conference on Advances in Education, Humanities and Languages (ICEL) yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) dibuka secara resmi oleh Prof. DR. drh. Aulanni'am, DES sebagai Wakil Rektor I UB pada Sabtu (23/3/2019). Dalam sambutan yang disampaikan dihadapan 160 pembicara dan 270 peserta dari berbagai negara, Wakil Rektor I UB menyampaikan, "Event internasional seperti ini dalam rangka memajukan dan meningkatkan  keilmuan masing-masing".

Tari Topeng Patih yang dibawakan oleh empat penari dari padepokan tari Asmoro Bangun serta penampilan paduan suara FIB UB, E-Lite Voice, yang menyenandungkan lagu Indonesia Pusaka dan Paris Barantai turut dihadirkan dalam acara pembukaan ICEL.

Acara yang berlangsung selama dua hari (23/3-24/3/2019) dan bertempat di Hotel Aria Gajayana ini diagendakan mendiskusikan isu-isu terkait pelestarian budaya, kajian humaniora, serta pengajaran dan pembelajaran bahasa. Untuk itu, enam pembicara utama dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan hadir dan berbagi wawasan terkait isu-isu tersebut.

"Salah satu pembicara kita adalah ahli konservasi dibidang budaya dari Amerika Serikat. Ia datang kesini secara khusus untuk menyampaikan ide dan gagasannya,"kata Dr. Ive Emaliana, M.Pd sebagai ketua pelaksana ICEL.

Seluruh pembicara dan peserta termasuk dari Rusia, Madagscar dan Korea Selatan saling berbagi wawasan dan penemuan pada bidang ilmu masing-masing melalui beberapa sesi diskusi pararel selama dua hari.

"Kita dorong berpikir secara kritis di bidang pendidikan, humaniora, dan kebahasaan di era revolusi industri 4.0". Seratus (100) artikel terbaik dari hasil diskusi kritis pada acara ini akan diterbitkan pada proceeding terindeks scopus sebagai salah satu tolak ukur kualitas gagasan,""kata Dr. Ive Emaliana, M.Pd. (DT/YH/PSIK FIB)

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID