Prasetya Online

>

Berita UB

Menteri Susi Beri Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 14 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 610

Menteri Susi Beri Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru
Menteri Susi Beri Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru
Indonesia dengan wilayahnya yang terdiri dari 71 persen lautan, dan hanya 29 persen daratan berpotensi menjadi poros maritim dunia. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan kuliah umum kepada 11.033 mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB), Selasa (14/08/2018), di Gedung Samantha Krida.

Menurutnya sudah seharusnya bangsa Indonesia hidup sejahtera dan kuat karena kemaritiman. Akan tetapi, dalam beberapa dekade terakhir konsentrasi pembangunan di Indonesia tidak pada kemaritiman. "Untuk itu arah pembangunan saat ini yaitu menjadikan laut Indonesia sebagai poros maritim dunia, yaitu titik tolak kegiatan ekonomi maritim, dan juga menjadikan laut sebagai bekal masa depan bangsa," ungkap Susi.

Beberapa langkah telah dilakukan dalam mewujudkan visi tersebut. Salah satunya mengeksekusi UU Nomor 45 Tahun 2009 pasal 69 yaitu prosedur penenggelaman kapal asing ilegal yang terbukti melakukan praktik pencurian ikan.

Sampai saat ini, Menteri Susi menyebut telah menggelamkan 383 kapal pencuri ikan di perairan Indonesia. "Penenggelaman kapal juga bermanfaat bagi ketersediaan ikan, karena kapal yang karam dapat menjadi rumah ikan untuk mereka beranak-pinak, sehingga tidak mubazir untuk dilakukan," katanya.

Sementara itu dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 terkait sektor perikanan tangkap nasional juga sudah diatur bahwa penangkapan ikan sepenuhnya diserahkan kepada nelayan Indonesia, sedangkan investasi asing hanya untuk sektor pengolahan. "Hal ini menegaskan bahwa kedaulatan ada penuh di tangan kita," tegasnya.

Kemaritiman menurut Susi menjanjikan masa depan yang baik bagi generasi penerus bangsa. "Semua bidang ilmu diperlukan untuk pembangunan kemaritiman Indonesia. Tidak hanya pada bidang Ilmu Perikanan dan Kelautan saja, tetapi kita juga membutuhkan ahli hukum, insinyur, ekonom, bahkan sosial politik tentang kemaritiman," ujarnya.

Untuk itu, kepada seluruh mahasiswa baru Ia berpesan untuk mengawal tiga pilar kelautan dan perikanan yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan integritas. "Dengan menjaga tiga pilar tersebut, saya yakin Indonesia akan menjadi negara besar yang disegani. Di sini kalian akan belajar dan menjadi sarjana. Akan ada banyak orang pintar, kaya, dan hebat, namun tetaplah jaga integritas dan kejujuran. Integritas dan kejujuran akan membuat kalian berbeda," ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi visi UB menjadi World Class Entrepreneurial University. "Era globalisasi membawa arus teknologi yang luar biasa canggih. Banyak pekerjaan konvensional tergerus karena semua dapat dilakukan melalui smart phone. Contohnya pengurangan jumlah pegawai di sektor perbankan. Untuk itu universitas harus mempersiapkan akan kemana para mahasiswa setelah lulus kuliah. Saya apresiasi visi UB menjadi WCEU. Jika para lulusan akan menjadi pebisnis, akan membuka banyak lapangan kerja. Maka teruslah bekerja. Pertahankan semangat dan kebahagiaan kalian menjadi mahasiswa baru sampai masa depan! Semoga UB dapat mencetak SDM yang penuh dedikasi untuk negara!" pungkasnya. [Irene/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID