Prasetya Online

>

Berita UB

Menjelang MEA 2015, Bangsa Indonesia Harus Menjadi Singa di Negaranya

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 20 Mei 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 3056

Wempy Dyocta Koto dalam seminar Be An Entrepreneur
Wempy Dyocta Koto dalam seminar Be An Entrepreneur
Menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, bangsa Indonesia harus menjadi singa di negaranya sendiri. Demikian pesan singkat yang disampaikan Wempy Dyocta Koto, CEO Wardour and Oxford, sebuah perusahaan konsultan pengembangan bisnis internasional dalam seminar Be An Entrepreneur. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT. Wismilak Inti Makmur, Tbk di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Rabu (20/5/2015).

Dikatakan Wempy, bahwa untuk menjadi singa di negara sendiri, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah terus mencari ilmu layaknya seorang pengemis. Hal ini disebabkan ketika manusia terus mengejar ilmu, maka rezeki atau kekayaan akan mengikutinya. Sebaliknya jika kekayaan atau uang yang dikejar maka ilmu tidak akan didapat.

"Indonesia sesungguhnya adalah negara yang mempunyai banyak limpahan Sumber Daya Alam, namun seringkali bangsa kita tidak menyadarinya," kata Wempy. Ia menyebutkan, Indonesia mengekspor minyak, kelapa sawit, dan karet ke Jerman. Sebaliknya Jerman mengekspor laptop, mobile phone, dan pesawat ke Indonesia. Singapura mengimpor minyak mentah dari Indonesia, namun Indonesia mengimpor minyak jadi dari Singapura. "Hal ini harus kita sadari bahwa sebenarnya bangsa Indonesia adalah aset penting bagi negara Indonesia," tandasnya.

Ditambahkan Wempy bahwa ada banyak peluang untuk memasarkan produk di Indonesia. Seperti peluang bisnis bagi pasar Islam. "Indonesia adalah pasar Islam terbesar. Jadi jika Anda bergerak di bidang bisnis ini, maka akan banyak peluang kesuksesannya," kata dia.

Bidang bisnis yang menjanjikan selanjutnya, menurut Wempy adalah pasar migrasi seperti jasa penerbangan dan jasa visa. Peluang bisnis selanjutnya, Wempy menyebut middle class market yang menawarkan penjualan pulsa dan mainan anak. Selain itu, ada juga manpower market, yang salah satunya adalah jasa membantu orang dibidang pendidikan, seperti bimbingan belajar.

Seminar Be An Entrepreneur merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diadakan PT. Wismilak untuk menjaring wirausaha muda agar berkreasi lebih banyak dalam bisnis. Melalui program Diplomat Success Challenge, pihaknya memberi bantuan modal sebesar Rp. 2 milyar bagi generasi muda yang bisa menciptakan karya unik dan inovatif. Total hadiah modal usaha terbesar di Indonesia tersebut sepenuhnya diberikan dalam bentuk hibah dan bukan pinjaman yang harus dikembalikan. [Oky/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID