Prasetya Online

>

Berita UB

Menjadi Millenial Yang Melek Literasi, Bukan Hanya Budak Digital

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 15 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 559

 “Ngabuburead Neolit 2017”
“Ngabuburead Neolit 2017”

Pijak Batas untuk mengadakan acara “Ngabuburead Neolit 2017”, Minggu (4/6/2017), di Ngalup Co.  dikemas dengan dua rangkaian acara, yakni nonton bareng film literasi digital berjudul “Lentera Maya” dan talkshow dengan tema “Literasi Sosial Politik pada Generasi Milenial di Era Digital.”

Diskusi berjalan gayeng dengan pembahasan pertama terkait literasi secara umum.

“Literasi tidak hanya terbatas pada membaca, melainkan lebih mendalam, juga berkaitan dengan kemampuan mengkritisi, hingga melakukan analisa dan evaluasi dalam konteks literasi yang baik,” kata Dosen Ilmu Politik UB Ibnu Pohan.

Pegiat literasi dan Pendiri Perpustakaan Anak Bangsa Eko Cahyono mengatakan, di kota Malang geliat literasi tampak bermunculan dari berbagai macam komunitas dan jumlah perpustakaan yang mencapai 120.

Praktisi media massa sekaligus komisaris harian Malang Post Husnun N. Djuraid Di era yang begitu terbuka ini mengatakan arus kesediaan informasi yang memunculkan isu sosial politik menjadi bahan pembicaraan.

“Hal ini menguntungkan, karena masyarakat dapat dengan bebas mengekspresikan gagasannya, namun di sisi lain akan menjadi merugi jika informasi hoax menjadi viral dan meresahkan masyarakat,” ujar Husnun.

Cara menerapkan literasi sosial politik bagi kalangan muda, menurut Eko Cahyono, bahwa anak muda harus memiliki sikap pro aktif bukan hanya dengan demo turun ke jalan, tetapi harus membuat sistem penggerak yang memberikan saran, masukan dan membantu. Abdul Wachid berpesan bahwa jangan takut untuk meminjamkan buku kepada orang lain, karena ada hak orang lain di dalamnya.

Talkshow tersebut merupakan acara kampanye Literasi Sosial Politik yang diselenggarakan Biro Konsultan Public Relations “Pijak Batas”, mahasiswa peminatan Public Relations, Jurusan ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dalam rangka Hari Buku Nasional.  

Ketua Pelaksana sekaligus CEO Pijak Batas, Danang Fajar Pamungkas, mengatakan acara ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian peserta terhadap dunia literasi. Sehingga, dapat lebih kritis dalam menyikapi isu dan berita sosial politik yang ada, serta dapat menangkis berita hoax yang bisa menimbulkan permasalahan. Dengan mengumpulkan para Neolit, gagasan dari Pijak Batas untuk menyebut generasi milenial yang paham, peduli serta berdedikasi bagi kemajuan bangsa melalui literasi sosial politik.

Pesan dari narasumber talkshow Ngabuburead Neolit ini, bahwa generasi milenial harus mulai mempelajari sejarah, meninggalkan plagiasi dan belajar untuk lebih banyak menghasilkan karya, jangan meninggalkan perpustakaan dan milenial harus turun gunung atau pro aktif dalam menelurkan karya-karya untuk menggerakkan literasi di kalangan masyarakat. (Arini / Humas FISIP/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID