Prasetya Online

>

Berita UB

Menhub Titipkan Masa Depan Transportasi Indonesia di Simposium FSTPT XXI

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 21 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 385

Workshop dan Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) XXI
Workshop dan Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) XXI
Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), Fakultas Teknik UB menyelenggarakan Workshop dan Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) XXI, selama dua hari (19/10-20/10/2018).

Kegiatan rutin tahunan ini diawali dengan Workshop yang digelar secara paralel di enam ruangan Jurusan Teknik Sipil dan PWK untuk menampung sekitar 250an penyaji dari seluruh provinsi di seluruh Indonesia. Ketua FSTPT 2016-2018, Prof. Ir. Leksmono Suryo Putranto, MT, Ph.D mengatakan bahwa kegiatan pra simposium di tahun 2018 ini jauh lebih padat dengan berbagai workshop dan diskusi kelompok riset.

Profesor yang akrab disapa Prof. Lekso ini juga berbangga karena untuk kedua kalinya FSTPT menggunakan conference management system yang dikembangkan khusus  sehingga seluruh rangkaian kegiatan simposium dapat dilakukan secara daring dan nir-kertas.

"Mulai dari pemasukan makalah, penugasan reviewer, proses review, notifikasi hasil review, hingga registrasi perserta simposium dan workshop, bahkan pencentakan sertifikat pun bisa dilakukan mandiri melalui akun peserta," ujar Prof Leksi pada sambutannya di pembukaan Simposium (20/Oct/2018).

Hadir membuka Simposium yang digelar di Gedung Widyaloka UB ini, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. Budi menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan setiap persoalan transportasi. Untuk itu dirinya mengajak universitas-universitas di Indonesia untuk membuka program studi (prodi) baru khusus transportasi.

"Saya rasa tepat sekali menyampaikan hal ini di depan simposium yang dihadiri perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini. Jika ada program studi transportasi di banyak universitas, khususnya luar Jawa, maka maka hal itu bisa membantu kita," jelas Budi.

Lebih lanjut dia menekankan pembukaan prodi transportasi ini kepada universitas di luar Pulau Jawa. Salah satu alasannya karena jumlah mahasiswa di Pulau Jawa sudah jauh lebih banyak dibanding daerah lainnya. Dalam simposium yang dihadiri mulai dari mahasiswa vokasi, S1, magister, dan doktoral dari seluruh Indonesia ini generasi muda di dorong untuk mampu menyelesaikan persoalan keseharian bangsa, utamanya dalam bidang transportasi.

Inovasi dan kreativitas generasi muda diharapkan menjadi bagian dari respons cepat bangsa terhadap perubahan dan masalah global yang bisa mempengaruhi stabilitas dalam negeri.

"Kita bisa berinisiatif untuk mengatasi permasalahan yang ada di sekitar, jangan hanya memikirkan daerah asal, semoga masing-masing perguruan tinggi dalam forum ini bisa saling bekerjasama," katanya.

Seusai dibuka oleh Menhub, simposium dilanjutkan dengan materi oleh empat keynote speakers yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Wimpy Santosa. Keempat Keynote Speakers itu antara lain Prof. Wihana Kirana Jaya (Staf Khusus untuk Urusan Ekonomi dan Investasi Transportasi Kementrian Perhubungan Republik Indonesia), Indra Ni Tua ST MComm (Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementrian Pariwisata), Dr Ira Puspadewi (Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)), dan Prof Agus Taufik Mulyono (Guru Besar Teknik Sipil UGM).

Setelah sesi materi di Gedung Widyaloka peserta diarahkan ke Gedung Fakultas Ilmu Bahasa dan Fakultas Hukum UB untuk memresentasikan papernya. Di akhir acara di pilih presenter terbaik dari masing-masing kategori; Vokasi, S1, S2, dan S3. (mic/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID