Prasetya Online

>

Berita UB

Menghindari Culture Shock, Perlu Pendekatan Manajemen

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2205

Drs. Asmaji Darmawi MM.
Drs. Asmaji Darmawi MM.
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 28/6, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Drs. Asmaji Darmawi MM. Dalam ujian terbuka itu, kandidat doktor dalam bidang ilmu administrasi ini memperthankan disertasi berjudul "Revitalisasi Perbankan di Era Otonomi Daerah (Kajian Good Corporate Governance pada Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan).
Dalam disertasinya, Asmaji Darmawi menyimpulkan dan menyarankan beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan bagi pelaksanaan revitalisasi, terutama untuk lembaga BUMD (badan usaha milik daerah) yang bertugas melaksankan pelayanan publik, sekaligus sebagai lembaga yang berfungsi untuk menghasilkan profit.
Hasil penelitian Asmaji menunjukkan, revitalisasi perbankan yang dilakukan melalui kajian good corporate governance, telah memunculkan implementasi kebijakan makro pada kebijakan mikro sebagai landasan revitalisasi Bank BPD Kalsel. Selain itu, implementasi kebijakan makro pada kebijakan mikro dengan diberlakukannya visi dan misi Bank BPD Kalsel yang sebelumnya tidak ada, dan diterbitkannya SK Direktur tentang lima pilar kebijakan umum yang harus ditaati dan dipatuhi oleh manajemen muapun stakeholder Bank BPD Kalsel.
Sementara itu, pengelolaan kekuatan revitalisasi perbankan di era otonomi daerah oleh Bank BPD Kalsel melalui kajian good governance telah dilaksanakan, sehingga terwujud komitmen Bank BPD Kalsel untuk menciptakan good corporate image dengan motto "Banknya Urang Banua" sebagai komitmen pelaksanaan good corporate governance, dan diimplementasikan melalui SK Direksi tentang pedoman pengelolaan sumberdaya manusia jalur karier.
Selain dampak positif, ditemukan juga dampak negatif sementara (negative while effect) proses revitalisasi Bank BPD Kalsel bagi pegawai yang belum siap melaksanakan prinsip-prinsip good corporate governance. OLeh sebab itu disarankan untuk memberikan sosialisasi yang intensif kepada pegawai untuk menghindari culture shock. Sosialisasi, menurut Asmaji, sebaiknya dilakukan dengan pendekatan langsung secara personal dan impersonal oleh manajemen. Dengan menggabungkan kedua pendekatan itu maka good corporate governance dapat betul-betul mencapai derajat peningkatan yang rasional dan wajar. Pada gilirannya, semua warga perusahaan akan bersedia sepakat secara personal melaksanakan good corporate governance.
Ujian terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr Rijadi Soeprapto MS serta kopromotor Prof Dr Sjamsiar Sjamsuddin dan Dr Sumartono MS. Penguji terdiri dari Prof Drs Ismani HP MA, Prof Dr Salladien, Dr Suhartono MM, dan Prof Dr Yacob Warella MPA (dari Universitas Diponegoro). Dalam yudisium, Asmaji Darmawi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu administrasi, dengan predikan memuaskan.
Dr. Asmaji Darmawi adalah pria kelahiran Haruyan, Kalimantan Selatan, 16 September 1944, sarjana ilmu sosial politik lulusan Universitas Gadjah Mada (1971), magister manajemen STIE Jakarta (1996). Semasa mahasiswa aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, dan sejak 1973 hingga kini bekerja sebagai dosen Universitas Lambung Mangkurat. Pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I FISIP Unlam (1974-1978), Ketua Kamar Dangan dan Industri (Kadin) Kalsel (1974-1992), Ketua Gabungan Pengusaha Karet (GAPKINDO) Kalsel-Kalteng (1990-2002), Komisaris Bank BPRS Berkah Genada (1993-1998), Pembina lembaga keuangan mikro syariah Baitul Mal Wat Tamwil, Operational and Management Proyek Asian Development Bank (ADB) di Kalsel dan Jawa Tengah (1998-2002).
Selain itu Asmaji juga aktif dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Lembaga Bina Potensia Banjarmasin (1982), dan saat ini sebagai ketua badan pembina Local Area Research and Empowerment (LAREC) sekaligus pembina Koperasi LAREC, salah satu koperasi unggulan di Banjarmasin. [Far]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID