Prasetya Online

>

Berita UB

Menggapai Asa, UB Siap Hadapi Tantangan di Tahun 2019

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 31 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 524

Sepanjang tahun 2018 Universitas Brawijaya telah melalui perjalanan yang tidak mudah nan berliku, menghadapi berbagai tantangan dari berbagai aspek akademik maupun non akademik, hingga berjuang untuk terus  berdiri sejajar dengan perguran tinggi papan atas yang lebih dulu selangkah maju. Perjalanan UB menuju World Class Entrepreneurial University masih terasa jauh, mengingat kampus biru tercinta masih berjibaku di level nasional. Belum lagi SDM di tingkat internal masih harus banyak dikembangkan secara kualitas maupun kuantitas. Tentunya merefleksi banyak tugas-tugas UB yang masih harus diselesaikan. Namun begitu bukan berarti UB tidak melangkah. Menutup akhir tahun 2018 ini UB telah banyak melakukan pencapaian yang besar. Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani Ar, M.S, selaku Rektor UB telah mempersiapkan berbagai macam program untuk membuka lembaran baru di tahun 2019.

Prof. Nuhfil mengungkapkan jika saat ini UB sedang menghadapi tiga tantangan besar yang harus segera dihadapi di tahun 2019. Pertama adalah mengejar target WCEU terlebih pada pemeringkatan internasonal. Kedua, pencanangan UB sebagai perguruan tinggi otonom atau biasa disebut Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Sedangkan yang ketiga adalah, aspek-aspek yang mendukung masa transisi dari BLU ke PTNBH harus segera direalisasikan. "Masa transisi biasanya memakan waktu empat tahun, namun kita coba percepat menjadi dua tahun. Maka dari itu kuncinya ada di tahun 2019 ini," ungkapnya.

Banyak upaya yang harus ditempuh untuk memenuhi tiga tantangan tersebut. Semua pihak harus bersinergi dari tingkat universitas hingga fakultas dan unit unit pendukung yang berada di dalam kampus. Karena hal ini bukanlah program atas nama rektor melainkan program universitas secara menyeluruh. Tidak hanya capaian prestasi mahasiswa, dosen maupun fakultas, namun akreditasi menjadi pertimbangan penting dalam persaingan di level perguruan tinggi nasional. "Tahun 2018 UB telah berhasil mempertahankan akreditasi A institusi, maka tidak berlebihan jika tahun 2019 nantinya UB bercita-cita mengejar akreditasi institusi internasional, termasuk akreditasi program studi masing-masing," tambahnya.

Untuk bidang pendidikan dan penelitian UB akan mengejar publikasi internasional melalui peningkatan guru besar. Hal ini menjadi komponen utama mengingat UB masih mengalami ketertinggalan dalam bidang SDMnya. Gelar dan pangkat merupakan indikator yang mudah untuk dilihat, maka dari itu paling tidak dosen-dosen yang berada di UB sudah bergelar doktor secara merata. "Tentu target kita tidak hanya percepatan guru besar saja, namun kedepan kami juga akan memberikan kesempatan bagi dosen dan tenaga pendidik untuk menempuh studi lanjut," pungkasnya.

Sedangkan pada bidang pengabdian, UB telah mencanangkan program doktor mengabdi dan program universitas mengabdi untuk tingkatan yang lebih luas. Program universitas mengabdi merupakan salah satu langkah UB untuk mempersiapkan PTNBH. Program ini nantinya tidak hanya sebatas hilirisasi produk semata namun juga bagaimana produk tersebut dapat difungsikan dan dikomersialkan. Karena dalam pergerakan menuju PTNBH, UB tidak hanya dituntut memiliki unit-unit bisnis skala komersil, namun juga produk-produk unggulan yang dapat disebar diberbagai lapisan masyarakat dan stakeholder. [indra/Humas UB]

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID