Prasetya Online

>

Berita UB

Masa Depan Unibraw Ditentukan oleh Orang Muda Di Bawah 35 Tahun

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5880

Universitas Brawijaya (Unibraw) hari ini (5/1) memperingati hari jadi yang ke-42. Di dalam pidato pada upacara bendera di lapangan Kantor Pusat Unibraw Rabu 5/1, Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno mengatakan: "Ibarat seorang manusia, pada umur 40 tahunan adalah sosok seseorang yang memiliki idealisme tinggi dan menapak puncak prestasi". Sepuluh-lima belas tahun mendatang, menurut Rektor, keberadaan Universitas Brawijaya sangat ditentukan oleh orang-orang yang saat ini usianya di bawah 35 tahun".
Kebijaksanaan Rektor, selama dua tahun terakhir ini tidak akan merekomendasikan dosen yang usianya di bawah 35 tahun untuk studi lanjut di dalam negeri. Para dosen tersebut wajib untuk studi lanjut di luar negeri.

Prestasi yang dicapai
Pada kesempatan itu, Rektor menyebut beberapa prestasi menonjol yang dicapai selama setahun silam. Dikatakannya, berbagai hasil yang menggembirakan di tahun 2004 berkaitan dengan pengembangan budaya akademik telah diraih dan ditunjukkan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya. Prestasi tersebut antara lain, menjadi juara kedua pada Pimnas XI di Bandung, juara umum Lomba Karya Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terpilihnya salah seorang mahasiswa FTP sebagai Vice President IAAS (International Association of Students ini Agricultural dan Related Student Sciences) di Brusell Belgia dan berbagai nomor juara pada berbagai lomba ilmiah yang dilakukan oleh berbagai lembaga profesi. Di tingkat dosen, Prof. Dr. Liliek Sulistyowati dari Fakultas Pertanian berhasil meraih Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI), dan masih banyak para dosen yang dapat memenangkan dana-dana penelitian kompetisi di tingkat nasional baik yang diselenggarakan oleh DIKTI, Menristek, LIPI dan departemen-departemen yang ada di Indonesia.

Kerjasama dan pendidikan
Kerja sama dengan pihak luar negeri juga terus ditingkatkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan tenaga dosen untuk jangka waktu 9 bulan sampai 2 tahun yang berasal dari Canada, Jepang, Perancis, Amerika dan Korea. Sementara untuk jangka pendek telah diselenggarakan short course, simposium maupun seminar yang diadakan atas kerjasama dengan Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Inggris, Australia dan Jepang.
Pada tahun akademik 2005/2006, Universitas Brawijaya dapat menyelenggarakan double degree dengan universitas di Jepang. Untuk dapat merealisasikan visi Universitas Brawijaya, saat ini lebih kurang 60 orang tenaga dosen Universitas Brawijaya sedang mengikuti studi pascasarjana di luar negeri. Pada tahun akademik 2005/2006, Universitas Brawijaya dapat menyelenggarakan double degree dengan universitas di Jepang. Seperti diketahui, tema Dies Natalis tahun ini adalah "Pengembangan budaya akademis dan kerjasama untuk meningkatkan citra universitas brawijaya yang dinamis dan berdaya saing tinggi". Tema ini tidak terlepas dari upaya untuk mewujudkan visi Universitas Brawijaya yaitu "Menjadi perguruan tinggi terkemuka dan mampu melewati batas nasional".

Bantuan bencana alam
Menyinggung soal bencana alam, Rektor mengatakan, di saat Unibraw merayakan hari jadinya, bangsa dan negara kita sedang dilanda musibah berupa bencana alam di Alor, Nabire, dan yang terbesar terjadi di Sumatera Utara dan Aeeh. Untuk itu Universitas Brawijaya sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia telah berupaya untuk menunjukkan kepeduliannya untuk ikut membantu meringankan korban bencana alam dengan menggalang dana dari keluarga besar Universitas Brawijaya. Sesuai surat edaran Rektor maka tenaga administrasi membantu Rp 2.500; golongan II Rp 5.000; sedangkan golongan III dan IV baik tenaga administrasi dan dosen masing-masing membantu Rp 10.000 dan Rp 25.000. Fakultas dan lembaga di lingkungan Universitas Brawijaya membantu dengan nilai antara Rp 5 juta - Rp 10 juta, tergantung kemampuan masing-masing. Selain itu, pimpinan fakultas dan universitas membantu berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Sedangkan mahasiswa pada saat pendaftaraan ulang semester genap dipungut Rp 1.000,- per mahasiswa. Sehari sebelum hari jadi Unibraw yang ke-42, telah dikirim bantuan senilai 100 juta. Selain penggalangan dana, tim relawan medis dan mahasiswa juga akan diberangkatkan. Saat ini sedang menunggu waktu keberangkatan, yang dikoordinir baik oleh Pemprov Jatim, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Departemen Kesehatan, maupun Media Group.

Penghargaan
Dalam rangka Dies Natalis ke-42 ini, Universitas Brawijaya juga memberikan penghargaan kepada 22 orang PNS yang pensiun, pensiun janda/duda, serta penghargaan berupa pembebasan SPP bagi mahasiswa dan unit aktivitas yang telah mengharumkan nama Universitas Brawijaya di tingkat nasional maupun regional. [Far/li]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID