Manfaatkan Isi Batang Pohon Gewang, Dosen Undana Peroleh Gelar Doktor Fapet UB

Dikirim oleh dietodita pada 09 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 2685

Ujian disertasi Edwina
Ujian disertasi Edwina
Gewang (Corypha utan Lamk.) merupakan tanaman sejenis palma tinggi besar yang tumbuh di daerah dataran rendah. Di Indonesia tanaman ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi penduduk setempat tumbuhan gewang memegang peranan penting dalam kehidupannya sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, seperti batang, pelepah, daun, bunga, dan buah.

Empelur gewang dapat diolah untuk diambil patinya sebagai tepung bahan makanan. Namun dosen Universitas Cendana (Undana), Ir. Edwin J.L. Lazarus, MP menggunakan isi batang gewang atau yang lebih dikenal dengan nama putak sebagai komponen pakan konsentrat bagi ternak.

Putak diolah menjadi sumber energi serta penambahan urea sebagai nitrogen yang dapat dijadikan solusi atas rendahnya kualitas pakan sapi Bali di Pulau Timor pada saat musim kemarau. Namun muncul permasalahan yaitu cepatnya hidrolisis urea dalam rumen yang mengakibatkan inefisiensi dalam pemanfaatannya. Oleh sebab itu diperlukan upaya sinkronisasi dengan putak melalui autoclave untuk memperlambat pencapaian puncak pelepasan amonia sehingga meningkatkan efisiensi. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah pemanasan dalam autoclave dengan suhu, tekanan, dan waktu tertentu untuk menghasilkan produk urea lepas lambat.

Penelitian yang merupakan syarat untuk mendapatkan gelar doktor di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) ini dibagi atas dua sub penelitian. Penelitian pertama mengkaji tentang produk urea lepas lambat (ULL) dari tepung putak, pati putak, dan tapioka. Sedangkan penelitian kedua dilakukan untuk mengevaluasi metabolisme nitrogen (N) sapi Bali yang mendapat konsentrat sebagai suplemen yang mengandung produk urea lepas lambat.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah penggunaan produk urea lepas lambat hasil autoclave tepung putak dengan urea dengan proporsi 40% dalam konsentrat sebagai suplemen pakan lebih efisien dan efektif meningkatkan metabolism nitrogen dan produktivitas sapi bali dibandingkan campuran urea dengan tepung putak tanpa autoclave.

Penelitian di bawah komisi pembimbing Prof. Hendrawan Soetanto, Dr. Marjuki, dan Dr. Rurini Retnowati tersebut berjudul "Penggunaan Produk Urea Lepas Lambat Berbasis Isi Batang Pohon Gewang (corypha utan lamk.) Sebagai Komponen Pakan Konsentrat dan Pengaruhnya Terhadap Metabolisme Sapi Bali.". Bertempat di ruang seminar Gedung V, Edwin telah melakukan ujian akhir disertasi terbuka, Senin (06/11/2017). [dta/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait