Prasetya Online

>

Berita UB

Maluku Berharap Tambah Jumlah Dokter Spesialis

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 09 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 628

Kunjungan Plt Gubernur Maluku ke UB
Kunjungan Plt Gubernur Maluku ke UB
Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengunjungi Universitas Brawijaya, Jumat (09/03/2018). Kedatangannya diterima oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Kusmartono, MS., dan Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes.

Dalam kunjungannya Zeth mengatakan tantangan paling besar yang dihadapi Maluku adalah kondisi Geografisnya yang berupa kepulauan. Diakuinya hal itu menjadi salah satu tantangan dalam hal peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita sudah berupaya dari waktu ke waktu untuk meningkatkan SDM yang berkualitas. Sebelum dengan UB, anak-anak kita sudah dikirim ke UI, ITB dan Universitas Padjajaran," ujarnya.

Peningkatan SDM di Maluku erat kaitannya dengan program propinsi tersebut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Zeth mengatakan, pemerintahannya menargetkan ada satu dokter spesialis untuk satu kecamatan. Selain itu juga dua tahun kedepan akan diresmikan Rumah Sakit Pusat di Maluku, sehingga dibutuhkan dokter spesialis dalam jumlah yang banyak.

Untuk mengisi kebutuhan ini, Plt Gubernur ini berharap UB bisa menerima anak-anak daerah yang dikirimkan Maluku untuk sekolah di UB. "Kita tetap akan memperhatikan kualitas," ungkap Zeth.

Tawaran ini diterima dengan baik oleh WR 1. Ia mengatakan, UB telah banyak melakukan kerjasama dengan daerah-daerah lain dengan mengacu pada aturan yang berlaku. Terkait penerimaan mahasiswa, UB tetap memperhatikan kuota serta persyaratan kelayakan untuk diterima sebagai mahasiswa.

Dekan FK mengatakan untuk menjadi mahasiswa di Program Dokter Spesialis setidaknya untuk persyaratan awal harus memenuhi standar nilai untuk TOEFL dan TPA. Menurutnya nilai-nilai ini setidaknya harus dipenuhi agar bisa mengikuti tuntutan akademik berikutnya.

Selain itu, disampaikannya, Fakultas juga tidak bisa menambah kuota seenaknya karena terikat dengan aturan dari kolegium masing-masing spesialisasi. Aturan dari kolegium 1 dosen pembimbing hanya boleh membimbing 3 mahasiswa dokter spesialis. Jika aturan ini tidak dipenuhi bisa mempengaruhi akreditasi.

Selain itu, terkait kebutuhan dokter spesialis karena akan didirikannya RS di Maluku, ia menyampaikan Maluku bisa memanfaatkan program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS). WKDS merupakan program dari Kementerian Kesehatan. UB wilayahnya ada di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Papua. [siti rahma/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID