Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Unibraw Menyikapi Sosialisasi Otonomi Kampus

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2025

Diawali pemaparan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno serta Tim Kajian Otonomi Universitas Brawijaya, forum sosialisasi otonomi kampus bagi fungsionaris lembaga lembaga kemahasiswaan diadakan di Grand Palem Batu 1-2 Maret 2005. Acara yang berlangsung dinamis ini diikuti oleh fungsionaris Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa serta Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Program Studi. Berangkat dengan berbagai persepsi, pada kesempatan tersebut dicoba untuk menyamakan persepsi mengenai otonomi kampus, demi kebaikan Universitas Brawijaya ke depan.
Sementara ini berkembang berbagai anggapan bahwa otonomi identik dengan pencabutan subsidi pemerintah, dan jika diberlakukan berarti akan terjadi kenaikan SPP. Anggapan semacam itu, menurut Tim Kajian Otonomi sangat tidak rasional. Tidak ada pendidikan murah, apalagi gratis, jika kita berorientasi pada kualitas output yang disertai dengan fakta kenaikan harga kebutuhan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung pendidikan. Sehingga dalam hal ini BHMN bukan merupakan satu-satunya faktor utama apabila ada kenaikan SPP nantinya, walaupun Tim Kajian Otonomi sendiri mengakui pembebanan biaya operasional kepada mahasiswa adalah alternatif yang mungkin tidak bisa dihindari, tetapi jika hal itu diberlakukan pun akan dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel.
Agenda rapat komisi dan rapat pleno yang sedianya menjadi forum untuk mendapatkan umpan balik dan pemberian masukan dari mahasiswa, ternyata batal dilaksanakan. Agenda tersebut diganti dengan forum untuk sharing dan pandangan umum dari para delegasi mahasiswa. Dalam pandangan umum, kepada mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya dan ditanggapi oleh Tim Kajian Otonomi.  Beberapa hal disampaikan mahasiswa. Di antaranya, apakah benar BHMN adalah solusi terakhir untuk kebaikan Unibraw, mengingat dari hasil evaluasi diri kondisi obyektif masih perlu perbaikan terus-menerus. Menurut Tim Kajian Otonomi, otonomi kampus adalah tuntutan dan trend global guna peningkatan akses produktif kampus serta kemandirian dan kebebasan dalam artian positif yang dapat dipertanggungjawabkan. Demikian pula Universitas Brawijaya, sebagai bagian dari masyarakat global, dituntut untuk beradaptasi dalam kancah kompetisi tersebut. Saat ini Unibraw sedang mempersiapkan konsep otonomi dengan melibatkan mahasiswa. Bukan menempatkan mahasiswa sebagai "korban". Bahkan dengan status BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara) nanti mahasiswa adalah salah satu unsur dalam Majelis Wali Amanah.
Dari hasil pandangan umum, akhirnya mahasiswa meminta kesempatan untuk mengkaji kembali konsep dan materi BHMN dengan rasionalisasi bahwa materi tersebut baru diberikan pada saat itu, sehingga mahasiswa belum sempat mempelajari walaupun secara wacana konsep BHMN sudah diberikan sejak tahun 2000. Disampaikan oleh Trio Agus, Presiden Eksekutif Mahasiwa Unibraw pada akhir acara, kesempatan pengkajian kembali yang diberikan oleh Universitas kepada mahasiswa akan benar-benar dimanfaatkan dengan membentuk Tim Pokja BHMN oleh Eksekutif Mahasiswa Unibraw, dengan agenda di antaranya studi banding dan sharing dengan PT yang telah BHMN, sosialisasi dan pembahasan konsep BHMN pada 22-23 Maret 2004 serta pembahasan delegasi mahasiswa pada Majelis Wali Amanah nantinya. Tim Kajian Otonomi juga menyatakan siap menerima perwakilan mahasiswa untuk berdiskusi dan memberikan masukan yang signifikan dalam kesempatan tertentu. [nok]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID