Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa UB Jalankan Program Melalui ENJ 2017 di Masalembu

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 08 Agustus 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 539

Mahasiswa UB ikuti ENJ 2017
Mahasiswa UB ikuti ENJ 2017
25 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) akan mengikuti kegiatan "Ekspedisi Nusantara Jaya 2017" pada 28 Agustus - 8 September 2017. Mereka terseleksi dari 56 mahasiswa pada berbagai program studi di UB. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman RI ini diikuti oleh 3000 pemuda dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Para pemuda dan mahasiswa ini akan disebar di berbagai pulau tertinggal, terdepan dan terluar. Penyebaran akan dilakukan sesuai dengan area masing-masing.  

Di Propinsi Jawa Timur, ENJ 2017 diikuti oleh mahasiswa UB dan Universitas Airlangga. Ke-25 mahasiswa UB yang dipimpin oleh Anggit Setiadi ini akan menjalani kegiatan ekspedisi di Pulau Masalembu dan Pulau Masakambing, Sumenep, Madura. "Kemenko Kemaritiman memberikan keleluasaan kepada kami untuk menyusun program dalam kegiatan ini," kata Anggit. Selama menjalankan aktivitasnya nanti, mereka akan dibimbing oleh seorang mentor dari Kemenko Kemaritiman yang mereka sapa dengan Bang Endi. 

Program yang mereka berikan di Desa Masakambing Kecamatan Masalembu ini dilakukan secara swadaya. Karena itu mereka membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk memberikan donasi. Informasi tentang donasi ini bisa diperoleh lebih lanjut di sini.

Program dalam ENJ 2017 ini nantinya akan terbagi dalam tiga bidang yakni pendidikan, ekonomi serta kesehatan dan lingkungan. Pada bidang pendidikan, mereka akan membangun sekolah kebangsaan kemaritiman, festival keislaman, pendidikan narkoba dan tata krama pergaulan serta pembangunan rumah baca dengan nama Rumah Kakak Tua Brawijaya (Rumah Kaya).

Di bidang kesehatan dan lingkungan, mereka akan memberdayakan kekayaan alam daerah tersebut melalui pelestarian satwa endemik. Kepulauan Masalembu merupakan habitat bagi satwa endemik burung kakatua jambul kuning. Anggraeni Wulansari yang ikut mendampingi Anggit saat wawancara menyampaikan, saat ini burung kakatua tersebut dalam kondisi kritis, tinggal 23 ekor.

Setahun sebelumnya, sekelompok mahasiswa UB juga telah mengikuti program rutin tahunan ini. Mereka membuat hutan mangrove di kawasan tersebut. Tahun 2017 ini, program tersebut dilanjutkan dengan menambah jumlah tanaman mangrove yang ditanam.

Dalam bidang kesehatan, para mahasiswa tersebut akan memberikan pembelajaran sejak dini tentang pentingnya higienitas. Selain itu, diberikan juga cek kesehatan secara rutin untuk semua umur.

Di bidang ekonomi, masyarakat akan diajak untuk mengelola dan memanfaatkan hasil perikanan dan pertanian dari kawasan tersebut. Melalui pengolahan hasil, diharapkan nilai jual produk-produk lokal akan naik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Anggraeni Wulansari yang juga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian menyampaikan bahwa kawasan tersebut kaya akan komoditas pisang dan tengiri. "Masyarakat akan kami ajari untuk membuat keripik pisang dan abon tengiri," kata Wulan yang bermaksud menerapkan ilmu dan teknologi pangan yang diperolehnya di bangku kuliah.

Program lainnya dalam bidang ekonomi adalah pendirian koperasi. "Koperasi ini nantinya bisa menjadi sarana mereka untuk memasarkan produk yang mereka hasilkan," kata Anggit yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Melalui aktivitas ini, Anggit mengaku bisa mengimplementasikan ilmu aplikasi koperasi dan analisis pemasaran yang diperolehnya selama kuliah.

Kapal perintis Sabuk Nusantara 56/27 diagendakan akan mengantarkan mereka dari Tanjung Perak menuju Pulau Masalembu. Kapal perintis ini memiliki rute pulau-pulau kecil dari Tanjung Perak - Pulau Masalembu - Pulau Keramian - Kalianget - Banyuwangi. Dari Pulau Masalembu ke Masakambing mereka akan menggunakan taksi laut yang berkapasitas 20 orang.

Agar bisa selamat dan sukses menjalani ekspedisi ini, ke-25 mahasiswa tersebut dibekali latihan fisik serta pengenalan peta geografi medan. Pasalnya, Pulau Masalembu dan Masakambing merupakan gugusan pulau terluar yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa. Berdekatan dengan kepulauan ini juga terdapat segitiga Masalembo yang terkenal aktif. Selain itu, peserta kegiatan ini yang berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan juga diharapkan memiliki kemampuan berenang dan menyelam.

25 mahasiswa UB peserta ENJ 2017 adalah Agatha Purenda Shafirra (FMIPA), Almira Nuringtyas Jayanti (FTP), Anggit Setiadi (FTP), Anggraeni Wulansari (FTP), Ardian Prabowo (FIA), Astuti Wijayanti Setyaningsih (FPIK), Danniary Ismail Faronny (FP), Dicky Dwi Rizky Nugroho (FPIK), Dita Aisyiyah Larasati (FTP), Fairus Nafidya (FPIK), Hafidz Assad (FMIPA), Ilham Thoriq Al Abshori (FISIP), Inessa Putri Ayu Permata (FPIK), Krisma Kesuma Riya (FPIK), Muhammad Syafiq (Pasca FEB), Nessa Septianingsih (FPIK), Nia Karomatul Aulia (FPIK), Ogi Nopandi (Fapet), Oky Ravenialdy (Fisip), Plato Vrendito (FTP), Titik Mulasih (FPIK), Winda Zuwita Resti (FMIPA), Wiwin Setyawati (FPIK), Yuni Septiyani (FPIK), Fajriyan Hardiana (FPIK). [Denok/Humas UB].

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID