Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa UB Giatkan Pelatihan Wirausaha untuk Penyandang Difabel

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh oky_dian pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 260

Tim SMART Difabel Berfoto Bersama Penyandang Disabilitas
Tim SMART Difabel Berfoto Bersama Penyandang Disabilitas
Lima mahasiswa UB lintas jurusan berupaya melatih penyandang disabilitas demi menumbuhkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan melalui sebuah kegiatan PKM M bernama SMART Difabel.

Mereka adalah Nadia Herani (FIA) sebagai Project Leader dengan beranggotakan Demas Naufal Hakim (FEB), Naila El'Arisie(FT), Taufika Septiawan (FEB), dan Muhammad Khuzain (FT).

"Tujuan adanya program ini, semoga teman-teman penyandang disabilitas tidak lagi hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan yang sesuai. Tapi mereka bisa mewujudkan kemandirian dengan kewiraushaan dan mampu membuat lapangan pekerjaan sendiri," ujar Nadia, project leader dari tim SMART Difabel.

Program ini nantinya akan lebih memfokuskan pelatihan ke bidang ekonomi kreatif dan telah bekerja sama dengan Lembaga penyandang Sosial, Lembaga Perlindungan anak dan Komunitas Disabilitas Malang yang bertempat di Sukun dan Blimbing. Ada dua kategori kelas dalam proses pelatihan yaitu kelas non bisnis untuk penyandang disibilitas yang belum punya kewirausahaan dan kelas bisnis yang sudah punya kewirausahaan. Dari dua kelas tersebut akan dipecah lagi menjadi kelas-kelas kecil seperti di kelas bisnis terdapat kelas packaging, kelas foto produk, dan kelas bisnis modal canvas. Kemudian untuk kelas non bisnis sendiri lebih ditekankan pada pembelajaran dasar dalam memulai usaha seperti kelas motivasi dan kelas ide kreatif .

Selain dibagi dalam kelas, Tim ini memberikan metode pembelajaran Knowlege Management yangmana metode ini berupa diskusi dengan teman-teman disabilitas terkait permasalahan yang dihadapi dengan di dampingi seorang mentor untuk mempermudah melihat perkembangan jiwa kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Satu mentor mendampingi satu hingga tiga orang.

"Saat ini sudah terdapat beberapa bisnis yang dimiliki oleh teman-teman disabilitas seperti bisnis food and beverage, bisnis di bidang kuliner seperti kue kering, kue basah, lalu ada juga kriya kerajinan tangan seperti miniatur dari kayu lalu ada juga yang sifatnya seperti anyaman," tegas Demas salah satu anggota tim yang berasal Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Tim SMART Difabel telah melakukan grand opening di Rumah Kreatif BUMN tentang pengenalan SMART Difabel, pengenalan ekonomi kreatif dan motivasi kewirausahaan dan telah mengadakan beberapa program kelas yang dimulai pada tanggal 25 April 2019.

Ke depan, Tim SMART  Difabel akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu agar program tersebut terus berkembang tidak hanya di Kota Malang namun juga seluruh Indonesia. Tahun ini diharapkan bisa menjadi sebuah lembaga yang mampu menaungi teman-teman disabilitas yang mempunyai potensi kewirausahaan.

"Semoga di tahun berikutnya bisa menjadi badan inkubator bisnis beranggotakan teman-teman disabilitas yang tidak hanya berasal dari tuna daksa namun juga tuna rungu, tuna wicara, dan lain lain,"kata Demas. [Nofy/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID