Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa UB Ciptakan Pengontrol Kualitas Air Tambak Udang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 29 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 700

MS IP PRO Berbasis Internet Of Thing
MS IP PRO Berbasis Internet Of Thing
Budidaya Udang Vannamei mempunyai kendala yaitu kegagalan produksi akibat buruknya kualitas air selama pemeliharan, terutama pada tambak intensif.

Kualitas air yang buruk mengakibatkan udang vannamei berpotensi terserang penyakit, salah satunya adalah penyakit berak putih (White Feces Disease). Penyakit Berak Putih (White Feces Desease) pada Udang Vannamei menyebabkan nafsu makan menurun sehingga berdampak pada pertumbuhan yang lambat. Jika dibiarkan penyakit ini dapat berpotensi kematian pada budidaya udang vannamei.

Berdasarkan permasalahan diatas, lima mahasiswa UB yaitu Annurfitri Febrianti (FPIK '16), Anis Miftachurrochmah (FPIK '16), Ammar Waliyudin Jannah (FILKOM '16), Yudi Muliawan (FILKOM '16) dan Albin Adyaksa Sabil (FT '14) membuat solusi melalui MS IP PRO (Monitoring System With Integrated Parameter Program). MS IP PRO merupakan teknologi budidaya udang berbasis IOT (Internet Of Things) yang dapat membantu pembudidaya udang dalam memantau kualitas air kolam secara realtime dan dapat mengatur serta menganalisa data hasil pengukuran secara digital. Alat yang diterapkan pada tambak mitra akan mengukur parameter kualitas perairan dalam kolam yang meliputi pengukuran suhu dan pH kolam.

Ammar mengatakan pada pengukuran parameter suhu dan pH, alat ini akan memindai sensor suhu dan pH yang diletakkan di dalam air kolam. Data lalu diterima oleh arduino yang akan memberikan perintah sesuai program yang telah diatur sebelumnya. Program tersebut meliputi perintah yaitu jika data suhu yang diperoleh tidak dalam rentang 28-30 °C maka kincir air dinyalakan dan jika pH yang diperoleh tidak dalam rentang 7-8,5 maka pompa air menyala untuk memindahkan air dari kolam penampungan ke dalam kolam budidaya.

Selama perintah dikerjakan arduino tetap mengolah data dari masing-masing sensor guna menghentikan perintah jika data dalam pengukuran sudah sesuai. Data hasil pengukuran akan tersimpan dalam database yang dapat diakses melalui monitor maupun smartphone yang terhubung dengan jaringan internet.

Teknologi yang diterapkan ini telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) karena telah lolos pendanaan pada program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi (PKM T) pendanaan 2018. [**/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID