Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Thailand FIB UB Raih Juara I Lomba Pidato Nasional Bahasa Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 20 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1931

Habibuddeen Luebaeteh Raih Juara 1 Lomba Pidato Nasional
Habibuddeen Luebaeteh Raih Juara 1 Lomba Pidato Nasional

Habibuddeen Luebaeteh asal Thailand merupakan mahasiswa Program Darmasiswa RI di Divisi Bahasa, Lab Ilmu Humaniora, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) memenangi lomba Pidato Nasional Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Lomba yang diadakan tepat pada hari Sabtu (11/11/2017) tersebut diselenggarakan untuk memperingati Bulan Bahasa dan Seni 2017, dan Dies Natalis ke-53 Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Bertempat di Auditorium Gedung Rektorat Unesa, Kampus Lidah Wetan, lomba Pidato Nasional ini diikuti oleh 15 peserta mahasiswa dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Jepang, Tiongkok, dan Afghanistan. Mereka adalah peserta program BIPA dari berbagai kampus di Jawa Timur. 

Pada kompetisi tersebut judul yang diambil oleh Habib sama dengan tema lomba yaitu "Saya Suka Indonesia". Dalam pidatonya, Habib menjelaskan alasan-alasan mengapa dia suka Indonesia. Habib menyebutkan tiga hal yang paling dia suka tentang Indonesia yaitu orang Indonesia, makanan yang enak dan murah, serta keindahan alam Indonesia.

Menurut Habib, orang Indonesia itu hidup rukun walaupun dengan berbagai kelompok etnik dan agama yang berbeda, tetapi orang Indonesia dapat hidup dengan harmonis, karena orang Indonesia sangat menghargai perbedaan.

"Saya berasal dari Thailand, tetapi disini saya tidak merasa seperti orang asing karena teman-teman saya sangat baik. Mereka selalu menyapa dan tersenyum saat bertemu saya, dan mereka sering membantu ketika saya berada dalam kesulitan," kata Habib.

Habib juga mengatakan bahwa makanan Indonesia sangat enak dan murah.

"Saya sering mencicipi berbagai makanan Indonesia seperti bakso, soto ayam, kare ayam, nasi goreng, nasi bebek, sate, tempe, dan jenis makanan yang lain lagi. Semua makanan itu sesuai dengan lidah saya. Di Thailand, jenis makanan dan bumbu-bumbunya tidak seperti di Indonesia. Maka tidak heran jika ada orang Thailand datang ke Indonesia dan mencicipi makanannya pasti ketagihan dan ingin kembali ke Indonesia. Selain lezat, harganyapun sangat murah" ungkap Habib.

Hal ketiga yang disukai oleh Habib tentang Indonesia adalah keindahan alam Indonesia. Menurut Habib, ada banyak tempat wisata Indonesia yang dikenal oleh orang asing, seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, Pantai Kuta Bali, dan lain-lain.

"Selama dua bulan berada di Indonesia, ketika saya penat, saya dan teman-teman mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Pantai Goa Cina, Pantai Balekambang, Rumah Warna-warni, BNS, Masjid Tiban, Coban Rais, dan Gunung Bromo yang terkenal di luar negeri. Ternyata, tempat wisata yang saya kunjungi sangat indah indahnya. Indonesia adalah negara yang kaya akan wisata alam. Saya masih ingin mengunjungi tempat-tempat wisata yang berada di dalam dan sekitar Kota Malang. Cita-cita saya, saya ingin mengunjungi seluruh Indonesia,"kata Habib.

Habibuddeen Luebaeteh
Habibuddeen Luebaeteh

Ini adalah pertama kali Habib belajar Bahasa Indonesia. Di Thailand Habib menggunakan bahasa dialek yang menyerupai bahasa melayu. Jadi ada beberapa kata yang mirip dengan Bahasa Indonesia.

Habib mengaku bahwa dia mendapatkan info tentang perlombaan ini dari salah satu dosen pengajar BIPA program Darmasiswa RI di FIB UB. Dengan latihan kurang lebih selama satu bulan, dia mengikuti kompetisi tersebut karena tertarik untuk belajar bahasa Indonesia.

"Saya berniat mau belajar bahasa Indonesia dan melatih keberanian saya untuk tampil di depan orang banyak. Karena pidato kali ini merupakan pengalaman yang pertama bagi saya," ungkap Habib.

Habib pun mengungkapkan perasaannya ketika memenangkan lomba ini "Saya merasa bahagia dan gembira karena memenangkan juara pertama lomba Pidato Nasional Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Juara ini adalah suatu hadiah yang penting bagi saya untuk semangat belajar Bahasa Indonesia. Insha Allah jika ada kompetisi pidato atau yang lain lagi, saya akan ikut."

Habib menceritakan asal mula dia mengetahui program Darmasiswa RI. Habib mengatakan bahwa dia mengetahui program darmasiswa ini dari kampus di Thailand. Ada sekitar 300 orang mendaftar program Darmasiswa di Thailand, namun hanya sekitar 30 orang saja yang diterima.

Habib juga mengatakan alasan mengapa dia tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia. "Biasanya di rumah saya (di Selatan) Thailand, saya menggunakan dialek yang berbeda. Sebenarnya, saya juga belajar pendidikan Komputer. Tetapi saat saya pulang ke Thailand nanti, saya akan belajar pendidikan Agama dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Dengan ini saya bisa memperbaiki kemampuan berbahasa Indonesia saya. Dan untuk menambah pengalaman di luar negeri. Ini pengalaman saya pertama belajar di luar negeri," cerita Habib.

Adapun pesan dan kesan yang dia sampaikan untuk teman-teman BIPA yang belajar bahasa dan budaya Indonesia, "Setelah kita belajar ini, baik bahasa dan budaya Indonesia, kita sampaikan di negara kita masing-masing." Ungkap Habib yang akan melaksanakan wisuda di Thailand tahun depan setelah program Darmasiswa RI selesai. [DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB] 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID