Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Teknik Industri Borong Piala Dalam Trunojoyo Case Competition 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 26 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 270

Tim Heijunka, Squale, dan Statteam
Tim Heijunka, Squale, dan Statteam
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya mengirimkan tim untuk mengikuti kompetisi nasional Trunojoyo Case Competition “TCC” 2018 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa dan Jurusan Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura (21/10/2018) .Tiga tim tersebut adalah tim Heijunka, Squale, dan Statteam yang masing-masing terdiri atas tiga mahasiswa dan kesemuanya merupakan asisten di Laboratorium Statistik dan Rekayasa Kualitas (SRK).

Tim Heijunka terdiri dari Febrina Puji Purwandani (TI 2015), Andreas Geonaldi Bimantoko (TI 2015), dan Vina Dwi Novianti (TI 2016); tim Squale terdiri dari Rheza Adnandy (TI 2016), Qurrota A’yunin (TI 2016), dan Mahendra Habriantama (TI 2016); sedangkan untuk tim Statteam terdiri dari Harry Fadli (TI 2015), Firda Rahmatika (TI 2015), dan Sulchi Tauzinal Maghlidah (TI 2016). Dengan dosen pembimbing Debrina Puspita Andriani, pada kompetisi kali ini Tim Squale berhasil meraih juara pertama, disusul dengan Tim Heijunka dan Statteam yang meraih juara kedua dan ketiga.

TCC 2018 pada tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Pembangunan Jembatan Suramadu terhadap Perekonomian untuk Menunjang Industrialisasi Pulau Madura Madani”.

Tahap final TCC 2018 diadakan di Universitas Trunojoyo Madura dan diikuti oleh lima tim yang telah lolos berdasarkan hasil dari seleksi sebelumnya. Acara diawali dengan technical meeting dan koordinasi mengenai presentasi yang akan ditampilkan pada tahap berikutnya.

Selanjutnya, para peserta diminta untuk menghadiri Seminar one student one business (OSOB ) yang mengundang dua pemateri,yaitu akademisi dan praktisi. Kegiatan berikutnya adalah mempresentasikan makalah hasil seleksi tahapan sebelumnya dihadapan peserta yang lain dan para dewan juri. Selain presentasi, setiap tim juga menampilkan video yang menayangkan prototype dari solusi yang diberikan.

Pada kompetisi ini, Tim Squale mengembangkan aplikasi yang dinamakan “Enjoy Madura” dan “Suramadu WiFi” sebagai inovasi untuk tema yang diberikan. Inovasi tersebut merupakan solusi yang telah melalui uji kelayakan, sehingga sangat memungkinkan dan layak untuk direalisasikan.

“TCC 2018 merupakan suatu lomba yang sangat menarik, karena peserta diberikan studi kasus terkait Madura dan diminta untuk memberikan solusi yang layak dan tepat guna untuk dapat diaplikasikan di Madura nantinya” ungkap Rheza Adnandy, salah anggota dari Tim Squale.

Seluruh tim menyampaikan terima kasih kepada Jurusan Teknik Industri dan FakultasTeknik Universitas Brawijaya atas segala dukungan yang diberikan dalam TCC 2018. Disamping meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa, hasil lomba ini juga diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat Madura. (DPA/QA-AZ/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID